Sunday, March 30, 2014

Panduan Mempersiapkan Pensiun Dengan Reksa Dana


???????????????

Berapa biaya hidup yang wajar saat ini untuk sebuah keluarga di Indonesia? 5 juta? 10 juta? 15 juta? Atau lebih dari itu? Tahukah anda, dengan tingkat inflasi 6 – 8% per tahun, biaya hidup naik 2 kali lipat setiap 10 tahun. Jika hari ini juga anda pensiun, apakah anda sudah punya dana untuk mencukupi kebutuhan 10-20 tahun ke depannya?
Menyiapkan masa pensiun merupakan hal yang sangat penting. Pada generasi sekarang ini, sudah semakin jarang anak-anak yang mau tinggal dengan orang tuanya. Kebanyakan ingin mandiri dan membangun keluarga sendiri.
Permasalahannya untuk mandiri dibutuhkan biaya, dan hampir semua penghasilan yang diterima dihabiskan untuk membayar kredit rumah, kendaraan dan pendidikan anak. Ini belum dihitung penghasilan yang dihabiskan untuk gaya hidup seperti ngopi, gadget, konser, dan hobi-hobi “mahal” lainnya.
Jika bukan dari latar belakang pengusaha atau menduduki posisi tinggi di suatu perusahaan dengan tunjangan yang menarik, tentu agak sulit untuk mengharapkan anak membiayai kebutuhan pensiun orang tua nanti. Bukannya tidak mau, tapi untuk hidup mereka sendiri juga sudah sulit. Kalaupun dilakukan, bisa jadi impian mereka untuk memiliki rumah, kendaraan, pendidikan anak yang berkualitas akan semakin tertunda.
Pada titik ini, masyarakat harus sadar, bahwa masa tua itu harus dipersiapkan dan sebisa mungkin adalah kita sendiri yang harus mempersiapkannya. Jika nantinya ada anak / menantu / saudara yang membantu, anggaplah itu bonus. Pertanyaannya bagaimana cara menyiapkan rencana pensiun?
Pada dasarnya persiapan pensiun adalah menyiapkan sejumlah uang yang nilainya mencukupi kebutuhan selama masa pensiun nanti. Kebutuhan tersebut mencakup keperluan sehari-hari, biaya perawatan kesehatan dan juga tentunya pengeluaran untuk menikmati hidup seperti jalan-jalan, hobi dan lainnya.
Dalam mempersiapkan pensiun, ada 2 hal yang harus diperhatikan. Pertama, besaran nilai pensiun. Kedua, bagaimana cara kita akan memenuhi nilai tersebut. Untuk menentukan besaran pensiun, ada beberapa faktor yang diperhitungkan yaitu usia saat ini, nilai kebutuhan hidup per bulan / tahun, usia pensiun, masa pensiun, inflasi dan bunga deposito.
Sebagai contoh, katakanlah saat ini anda berusia 30 tahun dan sudah berkeluarga. Total kebutuhan hidup per bulan untuk keluarga yang “nyaman” adalah sekitar Rp 10 juta. Anda berencana pensiun di usia 55 tahun dan menikmati masa pensiun selama 20 tahun. Asumsi inflasi dan deposito masing-masing 6% dan 5% net.
Berdasarkan contoh kasus di atas, maka besaran nilai Pensiun agar pada saat usia 55 nanti, anda sekeluarga bisa menikmati gaya hidup setara Rp 10 juta saat ini adalah sekitar Rp 11,3 Miliar. Dana tersebut selanjutnya disimpan di deposito / tabungan yang bisa memberikan bunga 5% net per tahun, dan setiap bulan anda melakukan penarikan sesuai kebutuhan hidup yang disesuaikan dengan tingkat inflasi.
Sebagai gambaran, biaya hidup Rp 10 juta saat ini adalah kurang lebih sama dengan Rp 32 juta di usia 55 tahun nanti. Angka ini masih akan naik setiap tahunnya menyesuaikan dengan tingkat inflasi.
Setelah menentukan besaran nilai pensiun, maka langkah berikut adalah bagaimana mencapainya. Cara yang paling gampang adalah dengan menabung. Katakanlah jika anda menabung di bawah bantal selama 25 tahun dari usia 30 sampai 35, maka untuk bisa mendapatkan Rp 11,3 M, jumlah uang yang harus disisihkan adalah sekitar Rp 37,6 juta per bulan. Suatu angka yang fantastis, padahal kebutuhan hidupnya saja baru sekitar Rp 10 juta.
Jika mengandalkan tabungan / deposito yang bisa memberikan bunga bersih 5% per tahun, jumlah uang yang harus disisihkan per bulan adalah sekitar Rp 19 juta. Angka ini masih lebih besar dibandingkan kebutuhan hidup yang sebesar Rp 10 juta per bulan.
Dalam tahapan ini, jika kita tidak memiliki warisan yang besar atau aset yang banyak, maka sebaiknya kita mempertimbangkan untuk mengambil risiko. Salah satunya adalah dengan berinvestasi di reksa dana.
Mengapa disebut mengambil risiko? Sebab dengan berinvestasi, maka seseorang berpotensi mendapatkan tingkat keuntungan yang lebih besar daripada deposito / menabung, namun di satu sisi bisa mengalami kerugian jika nilai investasinya turun.
Reksa dana sendiri adalah salah satu instrumen investasi tersebut. Dengan memahami karakteristik produk tersebut, anda bisa menggunakan reksa dana sebagai salah satu sarana untuk mempersiapkan dana pensiun. Sebab secara historis, rata-rata kenaikan harga reksa dana dalam jangka panjang lebih tinggi dibandingkan deposito.
Ada beberapa jenis reksa dana, antara lain pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Tidak ada aturan tertulis yang menjelaskan jenis reksa dana apa yang cocok untuk tujuan persiapan pensiun, namun jenis reksa dana tersebut dapat disesuaikan dengan horizon investasi.
Yang dimaksud dengan horizon investasi adalah berapa lama investasi tersebut mau dilakukan. Jika hasil investasi mau “dipanen” kurang dari 1 tahun lagi, maka reksa dana yang cocok adalah reksa dana pasar uang. Jika antara 1 – 3 tahun, maka bisa menggunakan reksa dana pendapatan tetap, antara 3 – 5 tahun bisa menggunakan reksa dana campuran dan untuk > 5 tahun bisa menggunakan reksa dana saham.
Tentu, tidak ada jaminan anda pasti untung jika berinvestasi dalam jangka waktu tersebut, namun dengan berinvestasi minimal sesuai periode yang disarankan, kemungkinan anda mengalami kerugian lebih kecil dan kemungkinan tujuan anda tercapai lebih besar.
Dengan menggunakan contoh kasus di atas, maka jenis reksa dana saham adalah yang paling sesuai karena horizon investasinya selama 25 tahun. Adapun asumsi kenaikan dari reksa dana saham adalah sekitar 20%. Berdasarkan angka tersebut, maka untuk mendapatkan nilai Rp 11,3 miliar pada saat pensiun adalah sekitar Rp 1,8 juta.
Apabila persiapan pensiun dilakukan 5 tahun lebih cepat yaitu masih berusia 25 tahun, maka kebutuhan pensiun menjadi Rp 15,1 miliar karena tingkat inflasi. Namun karena masa persiapan yang lebih panjang yaitu 30 tahun (dari usia 25 ke 55), besaran nilai investasi per bulan yang dibutuhkan adalah Rp  960 rb.
Sebaliknya jika  persiapan pensiun dilakan 5 tahun lebih lambat yaitu pada saat berusia 35 tahun. Maka kebutuhan pensiun menjadi Rp 8,4 miliar. Sementara besaran investasi perbulan selama 20 tahun (usia 35 ke 55) adalah sebesar Rp 3,4 juta.
Gambaran lengkap tentang kebutuhan pensiun dan jumlah investasi yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Persiapan sejak usia…
Kebutuhan pensiun
Besaran investasi per bulan
25
Rp 15,1 Miliar
Rp 960 ribu
30
Rp 11,3 Miliar
Rp 1,8 juta
35
Rp 8,4 Miliar
Rp 3,4 juta
40
Rp 6,3 Miliar
Rp 6,6 juta
45
Rp 4,7 Miliar
Rp 13,7 juta
50
Rp 3,5 Miliar
Rp 35,6 juta
*Kebutuhan Pensiun setara Rp 10 juta per bulan saat ini
**Usia Pensiun 55, Masa Pensiun 20 tahun, Inflasi 6%, Deposito 5% net
Pada tabel di atas, bisa dilihat bahwa mempersiapkan pensiun melalui investasi reksa dana sebaiknya dilakukan sebelum usia 35. Ketika berusia 40 ke atas, persiapan pensiun harus dilakukan dengan menyisihkan lebih dari 65% pengeluaran dalam sebulan. Jika pendapatannya tidak jauh di atas Rp 10 juta, tentu sulit untuk bisa mengganggarkan uang sejumlah tersebut.
Demikian, semoga artikel ini bermanfaat bagi persiapan pensiun anda.
Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi
Sumber Gambar : Istockphoto
Sumber Data : www.panin-am.co.id, diolah
(http://rudiyanto.blog.kontan.co.id)

No comments:

Post a Comment