Sunday, July 27, 2014

Hampir sepertiga penduduk bumi miskin

Lebih dari 2,2 miliar orang miskin atau hampir miskin, dengan krisis keuangan, bencana alam, kenaikan harga pangan dan konflik kekerasan mengancam untuk memperburuk masalah. Ini menurut laporan dikeluarkan PBB hari ini.

"Sementara kemiskinan menurun di seluruh dunia, ketimpangan yang tumbuh dan kerentanan struktural tetap menjadi ancaman serius," kata laporan dari Program Pembangunan PBB (UNDP), yang dirilis di Tokyo, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (24/7).
Hampir 1,5 miliar orang di 91 negara berkembang hidup dalam kemiskinan, sementara 800 juta penduduk lainnya tertatih-tatih.
"Menghilangkan kemiskinan bukan hanya tentang 'sampai ke titik nol', tetapi juga tentang mempertahankannya," tulis Laporan Pembangunan Manusia PBB 2014.
"Mereka yang paling rentan terhadap bencana alam, perubahan iklim dan kemunduran keuangan harus secara khusus diberdayakan dan dilindungi."
"Membuat pusat pengurangan kerentanan dalam agenda pembangunan di masa depan adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kemajuan tetap tangguh dan berkelanjutan," tambah laporan itu.
Laporan berjudul "Mempertahankan Kemajuan Manusia: Mengurangi Kerentanan dan Membangun Ketahanan", menyerukan untuk membuat layanan dasar sosial yang tersedia untuk semua dan menempatkan tenaga kerja penuh di bagian atas agenda pembangunan.
"Memberikan manfaat jaminan sosial dasar bagi kaum miskin di dunia akan mengambil kurang dari dua persen GDP (Produk Domestik Bruto) global," tulis laporan itu.
"Sebuah paket perlindungan dasar sosial bisa terjangkau asalkan negara-negara berpenghasilan rendah merealokasi dana dan meningkatkan sumber daya dalam negeri, ditambah dengan dukungan oleh komunitas donor internasional," lanjut laporan itu.
Sekitar 1,2 miliar orang bertahan hidup di angka setara dengan Rp 14,400 atau kurang per hari, laporan itu menemukan.
"Jika Anda miskin, kurang mampu menangani beberapa guncangan, Anda mungkin juga penyandang cacat, Anda juga mungkin lebih tua. Jadi Anda memiliki beberapa lapisan yang melawan Anda," ujar Khalid Malik, penulis utama laporan itu, ketika mengatakan kepada wartawan hari ini.
Kunci untuk menangani masalah ini adalah dengan memfokuskan kebijakan pemerintah pada pekerjaan dan jaring pengaman sosial, kata laporan itu.
"Kerentanan struktural sering dimanifestasikan melalui ketidaksetaraan yang mendalam dan kemiskinan yang meluas," lanjut laporan itu.
"Orang miskin, perempuan, kaum minoritas (etnis, bahasa, agama, migran, atau seksual), masyarakat adat, masyarakat di daerah pedesaan atau terpencil atau hidup dengan penyandang cacat, dan negara-negara yang terkurung daratan atau dengan sumber daya alam yang terbatas, cenderung menghadapi hambatan yang lebih tinggi," jelas laporan itu.
"Pengangguran cenderung dikaitkan dengan peningkatan kejahatan, bunuh diri, kekerasan, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan masalah sosial lainnya. Oleh karena itu, manfaat sosial dari pekerjaan jauh melebihi keuntungan pribadi, yakni Upah."
Kepala UNDP Helen Clark dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan memberikan pidato di Tokyo pada hari ini setelah peluncuran laporan itu.
"Dengan menangani kerentanan, semua orang dapat berbagi dalam kemajuan pembangunan dan pembangunan manusia akan menjadi semakin adil dan berkelanjutan," kata Clark dalam sebuah pernyataan yang menyertai laporan itu. (www.merdeka.com)

No comments:

Post a Comment