Wednesday, May 29, 2013

Tingkatkan Pelayanan, Jamsostek Gunakan Pendekatan Empati


Perusahaan yang bergerak di bidang jasa harus mengutamakan peningkatan pelayanan dalam aktivitasnya sehari-hari. Karena pelayanan maksimal akan mendukung kinerja dan menumbuhkembangkan perusahaan. "PT Jamsostek (Persero) tak terkecuali. Kami harus mengoptimalkan pelayanan agar peserta tidak lagi mengeluh. Justru sebaliknya peserta merasa punya kesan mendalam yang bisa diceritakan pada peserta lainnya," kata Direktur Pelayanan Jamsostek, Ahmad Riyadi saat menghadiri "Jamsostek Goes to Society" di Palembang, Sumatera Selatan, akhir pekan lalu.

Menurut Ahmad Riyadi, perubahan pola pelayanan ini sudah dilakukan dan ditargetkan tahun depan pelayanan dari kantor pusat hingga kantor cabang Jamsostek telah berubah menjadi berkualitas dan lebih baik. "Pelayanan tidak hanya menjadi tanggungjawab kami di direktorat pelayanan, tetapi sudah menjadi tanggung jawab semua karyawan Jamsostek,” ujarnya. Dia menambahkan, sudah menjadi keharusan setiap insan Jamsostek berempati pada peserta. Mulai dari security hingga direksi harus mampu melayani dengan ramah.

"Tentu untuk mengubah budaya ini tidaklah mudah karena menyangkut sikap dan karakter masing-masing individu. Hanya saja itu bisa berubah bila dibiasakan. Target kami setahun pelayanan kami sudah berubah,” jelas dia. Sedangkan bagi peserta, sambung Ahmad Riyadi, keluhan terhadap pelayanan akan diakomodasi. "Kami akan membuat satu sistem teknologi (touch screen) dimana setiap peserta yang mendapati atau tidak dilayani secara maksimal oleh karyawan kami bisa menggunakan mesin yang telah kami sediakan di kantor-kantor Jamsostek,” terangnya.

Dengan demikian, kata dia, level pimpinan atau dari kepala kantor wilayah hingga Direksi Jamsostek bisa melihat menggunakan i-pad dan sejenisnya guna mengetahui keluhan-keluhan yang disampaikan peserta. "Kami akan memberikan sangsi tegas pada kepala kantor cabang yang kedapatan tidak melayani dengan baik pada para peserta,” tuturnya. Ahmad Riyadi melanjutkan Jamsostek terus mensosialisasikaan perbaikan layanan dan tambahan manfaat program tidak hanya pada peserta tetapi juga masyarakat luas. Setelah Jamsostek Goes to Society masih ada lagi Goes to Campus yang dimaksudkan menjaring sebanyak-banyaknya peserta non informal.

"Khusus kampus, satu hal setelah mahasiswa lulus mereka mengatahui tentang Jamsostek, program dan manfaatnya. Sehingga bisa bergabung menjadi peserta Jamsostek," katanya. Sebelumnya Jamsostek juga menggelar "Customer Gatering" di sejumlah kota besar. Tujuannya memperkenalkan program Jamsostek sebelum pelaksanaan BPJS ketenagakerjaan.

"Banyak peserta belum mengenal manfaat program Jamsostek seperti Pinjaman Uang Muka Perumahan dan Rumah Susun Sewa Pekerja," kata Kepala Kantor Jamsostek Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Marseli Tambayong. Selain itu masih ada operasi jantung, HIV/AIDS dan cuci darah. Hingga saat ini jumlah peserta Jamsostek mencapai 11,4 juta dan ditargetkan mencapai 30 juta. "Khusus Sumatera Bagian Selatan  mencapai 1,04 juta peserta aktif dari 21 ribu perusahaan. Klaim  JKK hingga April mencapai Rp400 miliar dan JHT Rp2 triliun.

No comments:

Post a Comment