Thursday, June 6, 2013

Banyak Warga Mampu Gunakan Kartu Jamkesmas



Ditemukan masyarakat kategori ekonomi mampu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah berobat memakai layanan Jamkesmas, sehingga jumlah penerima jamkesmas dan warga miskin melebihi jumlah data orang miskin di Kabupaten Grobogan, kata Wakil Bupati Grobogan Icek Baskoro, belum lama ini.

Wabup mengaku heran dengan banyaknya warga yang secara sosial ekonomi tidak masuk katagori miskin, tetapi mendapat pelayanan kartu Jamkesmas. Akibatnya, data penerima Jamkesmas melebihi jumlah warga miskin yang ada. “Ini karena orang yang secara ekonomi cukup, tidak punya rasa malu dan lebih suka disebut miskin,” tegas Icek Baskoro.

Menurut Icek dari data yang ada jumlah warga miskin di Kabupaten Grobogan sekitar 240 ribu jiwa atau 17,38 persen dari sekitar 1,4 jiwa penduduk. Namun penduduk yang memegang kartu Jamkesmas ada 550 ribu jiwa. Pemkab Grobogan masih menambah 50 ribu warga yang mendapat pelayanan Jamkesda.”Warga miskin hanya sekitar 240 ribu jiwa, tetapi yang mendapat pelayanan Jamkesmas dan Jamkesda ada 600 ribu jiwa.” ujarnya.

Icek minta kepada seluruh kepala desa dan kepala kelurahan segera mendapat ulang warganya yang menerima Jamkesmas dan Jamkesda. “Siapa yang masuk katagori miskin dan siapa yang ekonominya mapan tetapi mengaku miskin,” tegasnya didampingi Kabag Humas Ayong Muhtarom.

Ditambahkan setelah data akurat jumlah warga miskin didapat, Pemkab Grobogan akan mencanangkan program bantuan kelompok warga kurang mampu. Bantuan tersebut direncanakan berupa dana untuk usaha ekonomi kerakyatan. “Untuk menuntutaskan warga miskin salah satunya harus dibantu modal. Tetapi modal tersebut bukan untuk perorangan, melainkan kelompok. Jika jumlah keompok terdiri 20 orang, kami bantu Rp 20 juta.” janjinya.

Dengan modal tersebut, mereka bisa membuat makanan ringan yang bahan bakunya berasal dari hasil tanaman atau hasil panenan. Bisa bikin pisang, ketela dan sebagainya. Nah, jika berhasil bisa dibagi rata atau terus dijadikan modal agar semakin berkembang. Jika program tersebut berhasil maka Kabupaten Grobogan tidak hanya mengandalkan hasil pertanian seperti beras, jagung, kedelai dan kacang hijau, juga home industry (usaha rumahan) makanan ringan.

No comments:

Post a Comment