Friday, April 25, 2014

Antara Dzuhur dan Ashar


Diriwayatkan oleh seorang dari Tzad, "Aku mendatangi Ummu Salim al-Rasibiyah antara dzuhur dan ashar. Aku meminta izin padanya dan dia mengizinkan. Aku mendatanginya dan dia sedang melakukan shalat. Dia terus melakukan shalat dan tidak berpaling kepadaku sampai adzan shalat ashar lalu aku keluar dan shalat, kemudian kembali lagi. Maka Ummu Salim mengucap, "Jika kau punya keperluan, jangan datang ke mari pada jam ini, karena orang yang meninggalkan shalat pada jam-jam ini, dia telah menyia-nyiakan dirinya."

Nasehat yang Indah
Dituturkan oleh Utbah bin Shalih al-Hilali bahwa dirinya melihat seorang wanita Arab di sebuah sumur milik Bani Adiy. Wanita itu dipanggil Ummu Nahar al-Adawiyah. Dia berdiri di atas kuburan seorang laki-laki yang sedang dikubur. Dia bernasehat, "Wahai manusia, kalian mendapat nikmat ditutupi oleh Allah SWT dan dari manusia mendapat tempat pensucian. Jauhilah kemewahan karena itu bukan sifat orang yang cerdas. Kalian akan menampakkan kelalaian dari hati kalian. Renungkanlah penduduk kuburan ini yang bisu dan gagu lalu kembalikanlah dia kepada gambaran dalam ilusi kalian, kalian akan mencium wanginya kehidupan. Serulah mereka, mereka akan mendengar. Bertanyalah pada mereka, mereka akan memberitahu. Hiduplah dengan kematian mereka dan sadarlah karena kelalaian mereka. Ambillah rasa takut kalian dari rasa aman mereka, kehati-hatian kalian dari tertipunya mereka. Lihatlah tulang belulang ini pada tubuh kalian, kehancuran pada rumah kalian. Bagaimana tanah menghukum mereka, mereka tidak bisa bicara lagi, tidak bisa mendengar lagi dan tidak bisa bergerak lagi. Semoga Allah merahmati orang yang melihat lantas berpikir. Diberi nasehat lalu mengambil pelajaran dan yang beramal untuk hari perhitungan serta takut pada siksa Allah. Kemudian dia berkata:
Kematian itu binasa dan tidak kekal pada seseorang
Dia tidak mengira maut akan abadi
Wahai maut, berapa banyak orang mulia kau buat sedih
Kerabat, keluarga dan anaknya
Kemudian dia berkata, "Semoga Allah memberikan rahmat-Nya pada kalian dan keinginan yang mulia akan sampai pada kalian.

Mintalah pada Tuhanmu
Dituturkan oleh Ubaidillah bin Muhamad al-Taimi bahwa temannya yang akrab dipanggil Dhirar al-Thafawi bercerita kepadanya, "Seorang wanita dari sebuah kabilah yang ahli ibadah yang akrab disapa Atikah menemuiku.” Atikah berkata, "Wahai Dhirar, mintalah pada Tuhanmu dengan semua sarana yang kau miliki. Karena kau akan dapati Dia akan memberikan semuanya. Dan semua kebutuhanmu akan datang tanpa kau harus bersusah payah. Ketahuilah, di dunia orang-orang yang taat tidak akan meraih kelezatan yang lebih manis dalam dada mereka daripada mencari bekal karena Allah dalam mentaati-Nya dengan mendekati-Nya.”
Kata Atikah lebih lanjut, “Manisnya satu saat dari orang yang taat lebih lezat di hati seorang murid daripada semua keindahan dan kelezatan yang dikeluarkan ke dunia. Murid tidak akan mendapatkan kehilangan sesuatu yang dia tinggalkan karena mengharap pahala dari Allah. Bersungguh-sungguhlah, saudaraku sebelum kau tidak dapat bersungguh-sungguh. Segerakan sebelum lewat kesempatan yang ada. Dunia itu tidak bagus untuk orang yang mengenalnya. Yang menempatinya adalah para budak dan dari yang sedikit kalian akan mengetahui." Dhirar berkata, "Dia diam lalu berdiri."

Dari Dzuhur Sampai Ashar
Abu Khalid al-Qurasyi berkata, "Kami meminta izin bertamu pada Alilah binti al-Kamir yang merupakan wanita ahli ibadah. Saat itu waktu dzuhur. Dia sedang shalat dan kami terus menunggunya sampai ashar. Setelah ashar, dia mengizinkan kami masuk.” Abu Khalid dan kawan-kawan pun masuk dan berujar, "Semoga Allah merahmatimu. Sejak dzuhur kami duduk menunggumu." Lalu Alilah mengucap, "Subhanallah, antara dzuhur dan ashar kalian duduk dan tidak shalat?" Abu Khalid dan kawan-kawan menjawab, "Tidak." Dia berkata, "Aku tidak menyangka ada orang yang tidak shalat antara dzuhur dan ashar." Lalu dia mengusir Abu Khalid dan kawan-kawan.

No comments:

Post a Comment