Thursday, September 11, 2014

Jangan ada lagi kekhawatiran jadi atlet


Jangan ada lagi kekhawatiran jadi atlet
Menpora RI, Roy Suryo (ANTARA FOTO/Regina Safri)
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menegaskan bahwa pemerintah menjamin kesejahteraan atlet berprestasi sehingga tidak perlu ada lagi kekhawatiran dan keraguan untuk memilih profesi sebagai atlet.


"Saat ini tidak ada lagi atlet yang tidak terjamin kesejahteraannya karena sudah ada aturan dari pemerintah berupa penghargaan bagi mereka yang berprestasi dan pemberian tunjangan hari tua bagi mantan atlet," kata Roy saat memberikan penghargaan kepada pelaku olahraga berprestasi dalam rangka Hari Olahraga Nasional di Hotel Lor In Solo, Jawa Tengah, Selasa.


Penghargaan yang diberikan setiap tahun tersebut terdiri atas tiga kelompok besar yaitu bantuan dana pembinaan untuk jenjang pendidikan SD sampai S2, Penghargaan Bidang Olahraga kepada pelaku olahraga berprestasi (guru pendidikan jasmani, pelatih, wasit, masseaur) dan penghargaan berupa bantuan hari tua untuk mantan atlet berprestasi.


Di antara mantan atlet yang mendapat penghargaan bantuan hari tua berupa uang tunai sebesar Rp125 juta adalah Supriati Sutono (emas atletik 5000m Asian Games 1998 Bangkok), Nurfitriyana (perak panahan Olimpiade Seoul 1988) dan Engelbertha Kaize (perak voli pantai Asian Games 1994 Hiroshima).


Sementara itu Asisten Deputi Bidang Penghargaan dan Promosi Kemenpora Chandra Bhakti mengatakan, penghargaan yang sebelumnya berupa rumah, digantikan dengan dalam bentuk uang tunai dengan nilai Rp125 juta.


"Dalam pelaksanaannya di lapangan, sangat sulit untuk mendapatkan rumah dengan nilai Rp125 juta, sehingga diputuskan dalam bentuk uang tunai," kata Chandra.


Persyaratan bagi mantan atlet yang berhak untuk mendapatkan bantuan juga semakin longgar karena tidak semata didasarkan pada kondisi ekonomi, tapi lebih kepada prestasi.


"Sejak program ini diluncurkan pada 2006, sudah ratusan mantan atlet yang mendapat bantuan dan sekarang hampir tidak ada lagi yang belum punya rumah," katanya.


Menurut Chandra, setelah tim verifikasi melihat prestasi mantan atlet calon penerima penghargaan, yaitu minimal juara SEA Games dan berusia di atas 40 tahun, baru kemudian dilihat kondisi ekonomi, seperti belum punya rumah atau pekerjaan.


Pelaksanaan pemberian penghargaan bagi pelaku olahraga berprestasi untuk tahun anggaran 2014 dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama (Juli-Agustus) dan tahap kedua (September-November).


"Jumlah berkas usulan calon penerima penghargaan yang masuk ke Kemenpora untuk tahap pertama lebih dari 2.000 berkas dari seluruh Indonesia," kata Chandra menambahkan.


Supriati Sutono, salah satu penerima penghargaan mengakui bahwa atlet Indonesia saat ini benar-benar mendapat perhatian lebih besar dibanding sebelumnya yang dibuktikan dengan bonus ratusan juta rupiah.


"Mungkin zamannya sudah berubah. Dulu kami berlatih serius tanpa terlalu memikirkan bonus, tapi atlet sekarang akan mogok berlatih kalau uang saku saja terlambat," katanya.


(www.antaranews.com)

No comments:

Post a Comment