Tuesday, September 9, 2014

Usia pensiun diundur, Taspen raup laba Rp1,75 triliun


Usia pensiun diundur, Taspen raup laba Rp1,75 triliun
Seorang pensiunan mengambil uang pensiunnya di Kantor Pos Besar, Yogyakarta, Rabu (4/5). Setiap bulan, Kantor Pos Besar Yogyakarta melayani dan menyalurkan dana pensiun untuk sekitar 3.000 orang pensiunan yang tergabung dalam PT. Taspen dan PT. Asabri. (ANTARA/Noveradika)
PT Taspen (Persero) mencatat laba bersih semester I 2014 sebesar Rp1,75 triliun, melonjak 757,97 persen dibanding periode sama 2013 sebesar Rp203,63 milar.


"Tingginya pertumbuhan laba didorong peningkatan kualitas pelayanan peserta, termasuk kebijakan perpanjangan masa usia pensiun dari 56 tahun menjadi 58 tahun," kata Dirut Taspen, Iqbal Lantaro, saat menyampaikan paparan kinerja semester I 2014, di Jakarta, Kamis.


Menurut Iqbal, realisasi pendapatan mencapai 44,06 persen dari Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2014.


Peningkatan pendapatan didorong pertumbuhan premi dan iuran sebesar 2,68 persen menjadi Rp6,5 triliun dari sebelumnya Rp6,34 triliun.


Hasil investasi Rp5,2 triliun, naik 23,31 persen dari Rp6,34 triliun.


Selama semester I 2014 tambah Iqbal, penerimaan hasil investasi terbesar pada obligasi sebesar Rp3,69 triliun, dan deposito sebesar Rp1,05 triliun dan sisanya investasi pada saham dan lainya.


Sementara itu Direktur Keuangan Taspen, BM Tri Lestari, mengatakan hingga Juni 2014, Taspen mencatat total aset Rp149,06 triliun, naik 12,88 persen dari periode sama 2013 Rp132,049 triliun.


Komposisi aset tersebut berupa aset investasi Rp114,16 triliun, atau 76,58 persen dari total aset perseroan.


Selain itu, peningkatan kinerja keuangan juga didorong penurunan beban klaim sebesar 6,39 persen dan cadangan sebesar 25,85 persen karena berlakunya UU Aparatur Sipil Negara No. 5/2004.


Dijelaskan, klaim Tunjangan Hari Tua sebanyak 52.200 kejadian dengan nilai Rp2,04 triliun, klaim asuransi kematian Rp263,98 miliar (49.132 kejadian), dan manfaat pensiun bulanan Rp31,07 triliun (2,438 juta orang).

(www.antaranews.com)

No comments:

Post a Comment