Thursday, March 21, 2013

Aspek-aspek Komunikasi




Suatu proses komunikasi akan berjalan (terjadi) apabila antara komunikator dan komunikan mempunyai lima dasar berikut: Niat, Minat,  Pandangan, Lekat, dan Libat.
Kelima dasar tersebut dapat dideskripsikan di sini, bahwa Niat menyangkut: apa yang akan disampaikan, siapa sasarannya, apa yang akan dicapai, kapan akan disampaikan.
Kemudian, mengenai Minat, terdapat dua faktor yang mempengaruhi. Pertama, faktor obyektif, yaitu rangsang yang kita terima. Kedua, faktor subyektif, yakni faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus.
Lalu tentang Pandangan. Pandangan bersangkut dengan makna dari informasi yang ingin disampaikan pada sasaran dan menafsirkan informasi yang diterima. Penafsiran atau penerimaan atas informasi sangat tergantung pada faktor pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
Sedangkan Lekat, diartikan seberapa banyak atau besar informasi yang mampu disimpan oleh si penerima. Dan Libat, bermakna seberapa kuat keterlibatan panca indera dalam suatu proses komunikasi.
Berangkat dari kelima dasar proses komunikasi tersebut, dapat diuraikan aspek-aspek komunikasi sebagai berikut:
A.   Komunikasi Verbal
Pada komunikasi verbal, aspek-aspek yang cukup berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi adalah:
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan berjalan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti. Karena itu, olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan lancar bilamana kecepatan bicara dapat diatur secara baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara. Tinggi-rendahnya suara akan mempengaruhi arti pesan  secara dramatik. Pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda-beda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor. Kejenakaan atau kelucuan dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989) memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stres dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis. Dan harus diingat bahwa humor merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan berjalan efektif dan efisien jika disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya, sehingga lebih mudah dimengerti oleh penerima pesan.
f. Timing. Waktu yang tepat adalah hal kritis yang perlu diperhatikan. Karena, berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk menjalin hubungan. Arti kata, seseorang dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

B.    Komunikasi Non-Verbal
Komunikasi non-verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata. Dan komunikasi non-verbal memberikan arti penting pada komunikasi verbal. Yang termasuk komunikasi non-verbal:
a.        Ekspresi wajah.
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah merupakan cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Melalui kontak mata selama berinterakasi atau tanya-jawab, berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan, bukan sekadar mendengarkan. Melalui kontak mata  juga memberikan kesempatan pada orang untuk mengobservasi orang lainnya
c. Sentuhan, adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan daripada komunikasi verbal. Beberapa pesan --seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang  atau simpati-- dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, helaan nafas panjang, dan tangisan juga menggambarkan ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi  non-verbal lainnya  sampai desis  atau suara  maka akan dapat menjadi pesan yang sangat  jelas.
f. Gerak isyarat. Gerak sebagai isyarat dapat mempertegas pembicaraan. Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi, seperti mengetuk-ngetukkan kaki atau menggerakkan tangan selama berbicara, menunjukkan seseorang dalam keadaan stres, bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stres.
Semua aspek, baik pada komunikasi verbal maupun komunikasi non-verbal, harus benar-benar diperhatikan agar proses komunikasi berjalan baik dan efektif.

No comments:

Post a Comment