Sunday, December 21, 2014

Premi Asuransi Umum Diprediksi Naik 18 Persen

Premi Asuransi Umum Diprediksi Naik 18 Persen
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ilustrasi 
 


Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) optimistis perolehan premi industri asuransi umum sampai akhir tahun nanti bakal mencapai Rp 48 triliun atawa tumbuh sekitar 18% ketimbang tahun lalu. Padahal, per kuartal III-2014, total premi masih berkisar Rp 39 triliun atau meningkat 14,8% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.
Dadang Sukresna, Kepala Bidang Departemen Komunikasi dan Statistik AAUI, mengatakan, tren penutupan risiko asuransi kerugian banyak terjadi menjelang akhir tahun. "Selain itu banyak renewal oleh nasabah korporasi terjadi di kuartal keempat," imbuhnya, kemarin (10/12/2014). Misalnya, di lini bisnis asuransi harta benda untuk bangunan komersial.
Selain itu, lini bisnis asuransi penjaminan saat ini belum banyak terealisasi. Padahal, lini bisnis ini diperkirakan akan terus tumbuh seiring banyaknya proyek pemerintah yang berlangsung di pengujung tahun. Alhasil, lini bisnis asuransi penjaminan tumbuh 11,3% jadi Rp 835,9 miliar.
Tidak ketinggalan, lini bisnis asuransi aviasi (termasuk satelit) yang hingga kini masih tumbuh negatif 15,6%, yaitu dari Rp 610,5 miliar menjadi Rp 515,1 miliar. "Asuransi aviasi ini disebabkan perolehan premi dari satelit yang turun. Lini bisnis ini bergantung proyek. Tapi, ada peluang untuk tumbuh," terang dia.
Secara keseluruhan, pertumbuhan premi industri asuransi umum masih akan ditopang oleh lini bisnis asuransi kendaraan bermotor dan harta benda. Pendapatan premi kedua lini bisnis ini masing-masing Rp 11,82 triliun dan Rp 10,53 triliun pada kuartal ketiga lalu.
Di sisi lain, Dadang menambahkan, lini asuransi kesehatan masih tetap bertumbuh meski adanya program Jaminan Kesehatan Nasional oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. "Pelaku industri mulai lihai menangkap peluang di kelas menengah dan kelas atas. Tantangannya, bagaimana badan usaha yang wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan awal tahun depan," imbuh Dadang.
Meski begitu, AAUI memprediksi, asuransi kendaraan bermotor masih mendominasi perolehan premi industri. Padahal, bisnis penjualan dan pembiayaan otomotif melambat. "Optimisme kami, premi asuransi kendaraan bermotor akan tetap tumbuh karena ada renewal," katanya.
PT Asuransi Bintang Tbk bahkan lebih optimistis bisa mencetak pertumbuhan lebih tinggi ketimbang pertumbuhan industri. Perusahaan asuransi umum ini menargetkan pertumbuhan premi bruto 23,3% hingga tutup tahun ini. "Kami masih bisa tumbuh di atas rata-rata industri," kata Zafar Idham, Presiden Direktur Asuransi Bintang.
Asuransi Bintang menargetkan premi bruto Rp 272,2 miliar pada akhir tahun 2014. Memang, hingga kuartal ketiga lalu, perolehan premi Asuransi Bintang masih Rp 197 miliar, hanya naik 3,9% ketimbang periode sama tahun lalu. Tapi, Zafar mengatakan, lonjakan premi banyak terjadi mendekati akhir tahun.
Saat ini, lini asuransi properti menyumbang porsi terbesar premi Asuransi Bintang yaitu 49%. Disusul asuransi varia sekitar 24%, asuransi kendaraan bermotor 14%, asuransi marine cargo 8% dan engineering 5%. (www.tribunnews.com)

No comments:

Post a Comment