Saturday, March 9, 2013

PUSAT-PUSAT KAJIAN DALAM FISIP UI





Universitas kelas dunia adalah universitas yang memiliki standar internasional dalam keunggulan (excellence).
Philip G. Albach (2005)


Kampus UI, Depok, April 2010. Sore itu, Teater Kolam FISIP UI yang biasa dipakai untuk unjuk kreativitas seni mahasiswa berubah jadi arena Bakar Batu ala orang asli Papua. Beberapa gundukan batu membara tampak diselimuti daun-daun pisang. Di sela-sela bara batu itu terselip umbi-umbian khas Papua dan potongan daging ayam.
Bakar Batu adalah sebuah teknik memasak tradisional dari masyarakat Papua. Mereka biasa menyebutnya Barapen. Tradisi ini merupakan salah satu acara adat terpenting, khususnya bagi warga Pegunungan Tengah, dalam merayakan kegembiraan seperti menyambut kelahiran jabang bayi dan perkawinan. Barapen yang identik dengan pesta ini ternyata juga memiliki filosofi tentang kejujuran. Bahwa barang siapa yang hatinya bersih, dipercaya mampu berjalan kaki di atas batu membara (yang digunakan untuk memasak) tanpa terluka sedikit pun.
Barapen dihadirkan di Teater Kolam FISIP UI mulai sore hingga menjelang malam. Pesta barbeque tradisional ala Papua ini sungguh menarik (kendati tidak ada atraksi berjalan kaki di atas bara batu). Terlebih ketika menyaksikan lembar demi lembar daun pisang diangkat, lalu terlihatlah umbi-umbian khas Papua yang sudah matang dan siap disantap. Lembar daun pisang kedua diangkat, lantas nampaklah daging ayam segar yang siap dimakan.
Serasa senja di Kaimana, segenap pimpinan dan mahasiswa pun FISIP UI beramai-ramai menyantap umbi dan daging ayam. Meski saat itu rintik gerimis mulai turun di Kampus FISIP namun mereka tetap saja ingin segera menyantap umbi dan daging ayam bernuansa Papua. Terlebih selepas bersantap ria, sejumlah mahasiswa FISIP Universitas Cenderawasih (Jayapura) mulai memainkan musik tanda yosim pancar (Yospan). Satu per satu staf pengajar dan mahasiswa larut dalam untaian tarian, menari bersama, dalam ragam gaya tarian khas Papua. Sebuah kebersamaan yang terasa manis.
Kehadiran Barapen dan Tari Yospan di Teater Kolam FISIP UI itu bersamaan dengan Simposium dan Lokakarya Nasional Papua. Bekerja sama dengan FISIP Universitas Cenderawasih,  FISIP UI menyelenggarakan Simposium dan Lokakarya Nasional Papua bertema “Peran Universitas dalam Mewujudkan Pembangunan Papua yang Berbasis Masyarakat dan Berkelanjutan”. Acara yang digagas oleh Dekan FISIP UI Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono ini merupakan wujud komitmen program Indonesia Leadership Initiatives (ILI) dan kepedulian insan perguruan tinggi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh rakyat Papua.
Seluruh pembicara dalam kegiatan ini adalah tokoh dan intelektual dari Papua, antara lain Freddy Numberi (waktu itu Menteri Perhubungan RI), Barnabas Suebu (Gubernur Papua), Habel Melkias Suwae (Bupati Kabupaten Jayapura), dan Septer Manufandu (Foker – LSM Papua). Kemudian para ahli dari FISIP UI tampil sebagai pembahas, antara lain, Dr. Suraya Afiff (Departemen Antropologi), Dr. F.S. Ery Seda (Departemen Sosiologi), Drs. Andrinof Chaniago, MSi (Departemen Ilmu Politik), dan Dr. Roy V. Salomo (Departemen Ilmu Administrasi).
Simposium dan Lokakarya ini menjadi forum ilmiah di mana para ahli dan praktisi dari Papua sendiri mengutarakan sudut pandangnya berkenaan dengan pembangunan di Bumi Papua. Berbagai kajian, usulan dan evaluasi pembangunan yang dilakukan di lingkungan Universitas Cenderawasih dipentaskan di Kampus FISIP UI. Sebaliknya, bagi FISIP UI, seminar ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk mengkaji dan menumbuhkan minat kajian-kajian di wilayah paling timur Indonesia itu.
Dalam kiprahnya, FISIP UI berusaha mengambil peran yang lebih besar dalam memberikan sumbangsih pemikiran dan kajian-kajian kepada masyarakat yang lebih luas, tidak hanya di wilayah bagian barat Indonesia. Bahkan lebih jauh, FISIP UI ingin memberi warna dalam rangka terbentuknya Masyarakat ASEAN 2015; membangun komunikasi Indonesia; memberdayakan tenaga kerja dan keluarga Indonesia; dan menjadi penggerak kreativitas dan inovasi sejalan dengan penemuan kembali industri kreatif Indonesia.
Sebagai Fakultas yang mendukung penuh misi Universitas Indonesia (UI) menjadi universitas riset kelas dunia (world-class university), FISIP UI pun ingin menyumbang keunggulan berstandar internasional bagi UI. Sebagaimana kita ketahui, menurut Philip G. Albach dalam The Costs and Benefits of World-Class University (2005), bahwa universitas kelas dunia adalah universitas yang memiliki rangking utama di dunia, yang memiliki standar internasional dalam keunggulan (excellence).
Keunggulan, yang dimaksud Albach, tersebut mencakup keunggulan dalam riset yang diakui masyarakat akademis internasional melalui publikasi internasional; keunggulan dalam tenaga pengajar (profesor) yang berkualifikasi tinggi dan terbaik dalam bidangnya; keunggulan dalam kebebasan akademik dan kegairahan intelektual; keunggulan manajemen dan governance; fasilitas yang memadai untuk pekerjaan akademis, seperti perpustakaan yang lengkap, laboratorium yang mutakhir; dan penadanaan yang memadai untuk menunjang proses belajar-mengajar dan riset.
Guna menggapai keunggulan kelas dunia tadi, berdasarkan The Times Higher Education Supplement-Quacquar elli Symonds (THES-QS), sebuah universitas (termasuk fakultas) harus memenuhi kriteria: Research Quality (indikatornya Peer Review, bobot 40% dan Citations per Faculty bobot 20%); Graduate Employability (indikatornya Recruiter Review, bobot 10%); International Outlook (indikatornya International Faculty, bobot 5%, dan International Students, bobot 5%); dan Teaching Quality (indikatornya Student Faculty, bobot 20%).  
Untuk mampu tampil menjadi fakultas pengajaran dan riset unggulan kelas dunia di bidang ilmu sosial dan ilmu politik, FISIP UI mengembangkan budaya organisasi yang kondusif, berlandaskan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Salah satu langkah strategisnya adalah meningkatkan profesionalisme dalam manajemen riset, mendirikan pusat kajian bertaraf internasional, membentuk kelompok keilmuan, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas periset FISIP UI. Pada saat yang bersamaan juga dilakukan usaha meningkatkan riset pengembangan ilmu dan aplikasi serta kolaborasi riset dengan berbagai pihak secara nasional maupun internasional.
Dalam bahasa yang lebih nasionalis, Dekan FISIP UI Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono menjelaskan, FISIP UI berusaha menanamkan prinsip-prinsip: pertama, gerak menyandingkan kemampuan kerjasama multi-disiplin ilmu. Kerjasama inter-disipliner, baik di dalam ilmu sosial sendiri maupun antara ilmu sosial dan ilmu lain seperti kedokteran, prikologi, hukum dan ekonomi. Kedua, kerja ilmu sosial yang peka kawasan. Lulusan FISIP UI harus menjiwai gagasan wilayah Timur dan Barat Indonesia dalam bingkai kenusantaraan. Dan ketiga, mengedepankan kepentingan stratejik bangsa. Arti kata, penerapan ilmu-ilmu sosial harus mengedepankan perannya dalam peta pengembangan kapasistas bangsa dalam kancah globalisasi.
Tanpa disadari, ujar Prof. Bambang, ilmu sosial telah bergeser menjadi ilmu pemikiran dan metodologi, kaku dalam kemurnian teori dan tidak (berani) menerjunkan diri dalam permasalahan masyarakat yang riil. Dengan menumbuhkan tiga prinsip tadi, lanjutnya, maka FISIP UI akan mampu membangun suatu fokus yang menjadi garapan bersama. “Fokus masalah stratejik ini akan memberikan kita fokus sekaligus memberikan indikator perkembangan kemajuan, indikator keluaran dan indikator dampak. Secara umum, pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan klaster. Ilmu pengetahuan memerlukan sebuah wilayah imajiner untuk beroperasi, tempat untuk menuangkan pikiran dan menguji relevansi pengetahuannya,” jelas Prof. Bambang.
Sejak tahun 2009, FISIP UI telah memperkenalkan empat klaster kajian yang sampai kini masih terus berjalan. Wilayah kajian yang dimaksud adalah: Pengkajian dampak globalisasi; Pengkajian daya saing industri; Pengkajian integrasi sosial dan kemiskinan; dan Pengkajian penguatan kelembagaan demokrasi dan governance. Inilah pilar-pilar kontribusi ilmu-ilmu sosial yang dibayangkan mampu menjadi scenario fundamentals untuk transformasi Indonesia khususnya dan menggapai universitas (fakultas) berkelas dunia.  
Untuk mencapai kelas dunia dan menumbuhkan prinsip-prinsip pengembangan tersebut, telah lama FISIP UI sangat concern mengembangkan pusat kajian dan penelitian. Dengan tetap mengusung kultur yang kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dulu, kini dan mendatang FISIP UI senantiasa terus mengembangkan sejumlah laboratorium atau pusat kajian dan penelitian sesuai dengan disiplin keilmuan sebagaimana tercermin dalam departemen yang dinaunginya. Mari kita lihat satu per satu pusat kajian yang dimiliki oleh departemen di lingkungan FISIP UI.
Laboratorium Komunikasi
Tahun 2008 lalu, Universitas Indonesia melakukan restrukturisasi kelembagaan internal. Sesuai dengan Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia No.087 tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Atas Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik No.014 Tahun 2003 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, terutama Bab  VII tentang Unsur Penunjang Akademik Pasal 17 (3) dan Bab VIII Pasal 18, bahwa kedudukan Unit Usaha Laboratorium Komunikasi berada di bawah Departemen Ilmu Komunikasi.
Keadaan ini memposisikan Laboratorium Komunikasi (yang dulunya bernama Pusat Kajian Komunikasi) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Departemen Ilmu Komunikasi seperti halnya Program Sarjana Reguler, Sarjana Paralel, Kelas Khusus Internasional dan Pascasarjana. Dengan begitu, pelaksanaan program kerja harus sesuai dengan visi dan misi Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Untuk mengimplementasikan visi dan misi Laboratorium Komunikasi, pelaksana pengelola Laboratorium Komunikasi membuat rencana aktivitas sebagai berikut: pertama, Pengembangan Program Penelitian. Aktivitas yang dilakukan adalah membuat konsep dan implementasi penelitian-penelitian strategis komunikasi; mendokumentasikan hasil penelitian dan knowledge sharing dalam jurnal berkala komunikasi; dan membangun institutional review board dalam penelitian untuk melindungi hak manusia dan kesejahteraan subyek riset.
Kedua, Kerjasama Pusat Data. Kegiatan yang dilaksanakan, antara lain, membangun kerjasama dalam desain sistem dan pengelolaan data dan mengimplementasikan pengelolaan data mulai dari penelitian mahasiswa hingga penelitian strategi dan kebijakan.
Ketiga, Advokasi Kebijakan, Tata Kelola dan Sistem Komunikasi Nasional. Aktivitas yang dilakukan meliputi perumusan kebijakan strategis komunikasi bersifat lokal, nasional, dan global; penyusunan rekomendasi dalam tata kelola komunikasi nasional; dan konsultasi secara simultan dan berkesinambungan dengan pemangku kebijakan, industri, dan masyarakat.
Keempat, Meningkatkan Kapasitas Shareholder dan Stakeholder Komunikasi. Kegiatan yang dilakukan antara lain menyelenggarakan diskusi bulanan, pelatihan, workshop, lokakarya, seminar dan konferensi berbasis isu; membentuk forum komunikasi antar-stakeholder komunikasi (civitas akademika, pemerintah, industri, sektor swasta dan lembaga masyarakat).
Kelima, Mengembangkan Kemitraan dan Networking. Aktivitas yang dilaksanakan adalah mengembangkan kemitraan dengan lembaga formal dan non-formal dalam pendanaan, penyaluran tenaga ahli dan kajian akademis; mengembangkan jaringan kerjasama kelembagaan antar-sesama lembaga kajian
Aktivitas-aktivitas utama tersebut kemudian disusun lebih lanjut dan rinci ke dalam rencana strategis Laboratorium Komunikasi dengan melibatkan shareholder. Kegiatan dari aktivitas-aktivitas yang telah disusun dan dikembangkan dalam rancangan tindak lanjut dapat berjalan dengan baik ketika didukung oleh semua shareholder. Oleh karena itu ke depannya diperlukan penyusunan prioritas dari aktivitas yang ditawarkan.

Pusat Kajian Ilmu Politik
Di tengah semakin tingginya kompleksitas permasalahan sosial kemasyarakatan yang muncul seiring dengan dinamika dan perkembangan masyarakat, dunia akademis dituntut sumbangsihnya untuk turut memecahkan masalah secara menyeluruh dan tuntas. Sebab itu, mereka harus mampu memunculkan alternatif solusi yang didasarkan pada kajian dan penelitian yang dilakukan secara serius. Di sinilah peran aktif perguruan tinggi mutlak diperlukan.
Sebagai sebuah lembaga kajian yang berada di bawah pengelolaan dan koordinasi Departemen Ilmu Politik, Pusat Kajian Politik FISIP UI (sebelumnya bernama Laboratorium Ilmu Politik) berusaha memenuhi tuntutan tersebut dengan bergerak di bidang penelitian dan kajian. Ada dua tujuan yang hendak dicapai Pusat Kajian Politik. Pertama, kegiatan-kegiatan tersebut memiliki tujuan akademis, yaitu pengembangan keilmuan terkait dengan masalah sosial kemasyarakatan dengan menggunakan kaidah-kaidah ilmiah. Dan kedua, kegiatan-kegiatan Pusat Kajian Politik juga ditujukan pada pencarian alternatif pemikiran, solusi dan rekomendasi praksis terhadap masalah sosial kemasyarakatan.
Untuk mencapai kedua hal tersebut, dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya, Pusat Kajian Politik menggunakan pendekatan interdisipliner, yakni mengintegrasikan Ilmu Politik dengan disiplin-disiplin ilmu lain yang relevan.

Tax Centre
Tax Centre adalah pusat informasi, pendidikan dan pelatihan perpajakan yang memiliki peran signifikan di dalam mewujudkan masyarakat yang mengerti hak dan kewajiban perpajakannya sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan kemandirian bangsa seperti yang diharapkan.
Tax Centre merupakan salah satu unit Executive Development Program (EDP) yang bernaung di bawah Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI. Tax Centre Departemen Ilmu Administrasi dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Ketua Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI Nomor 002 Tahun 2006 tanggal 20 Januari 2006. Sebagian fungsi Tax Centre (sebagai pusat pelatihan pajak) sebelumnya telah dilakukan oleh Program Jangka Pendek Aplikasi Akuntansi dan Perpajakan FISIP UI (1993-2000) dan Pusat Kajian Ilmu Administrasi FISIP UI (2000–2006).
Sepintas kilas balik. Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI merupakan salah satu departemen yang berada FISIP UI yang memiliki tiga program studi: Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga dan Ilmu Administrasi Fiskal. Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal yang didirikan sejak tahun 1981 merupakan program yang mempelajari bidang keuangan negara pada umumnya dan perpajakan pada khususnya. Sejalan dengan dilakukannya Reformasi Perpajakan Indonesia yang bersifat fundamental pada akhir tahun 1983, Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal senantiasa melakukan penyempurnaan-penyempurnaan dalam kurikulum maupun peningkatan kegiatan akademik di bidang perpajakan agar tujuan untuk mencetak sajana-sarjana yang andal di bidang perpajakan dapat tercapai.
Salah satu upaya peningkatan kegiatan akademik serta dalam rangka ikut serta pada kegiatan pengabdian masyarakat, yakni untuk menyebar-luaskan pengetahuan perpajakan, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus, pada tahun 1993 (berdasarkan SK Dekan FISIP UI No 07 Tahun 1993 Tanggal 11 Agustus 1993) dibentuklah "Program Jangka Pendek Aplikasi Akuntansi dan Perpajakan ". Program ini diselenggarakan selama 2 (dua) semester untuk setiap angkatan.
Sejalan dengan dibentuknya Pusat Kajian Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI (Puska Administrasi) sejak tahun 2000, Program Jangka Pendek Aplikasi Akuntansi dan Perpajakan ditangani oleh Puska Administrasi dan berganti nama menjadi "Progam Pendidikan Brevet Konsultan Pajak " yang terdiri dari Brevet A&B dan Brevet C.
Pada tahun 2006, berdasarkan SK Ketua Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI No.002 Tahun 2006 tanggal 20 Januari 2006, dibentuk Tax Centre. Dalam perjalanannya, Tax Centre kemudian ditetapkan sebagai salah satu unit usaha (ventura) di lingkungan Universitas Indonesia yang disahkan melalui SK Rektor UI No.1369/SK/R/UI/2009 Tentang Penetapan Nama Unit Usaha di Lingkungan UI. Tax Centre memiliki tugas pokok dan fungsi dalam hal penyelenggaraan seminar, pelatihan, diskusi dan kajian ilmiah perpajakan, pengembangan database, serta penyelenggaraan pendidikan brevet konsultan pajak.
Tax Centre Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI saat ini menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dalam bidang perpajakan, antara lain penyelenggaraan pendidikan brevet konsultan pajak, seminar dan diskusi perpajakan, pelatihan perpajakan (in house training), pengembangan database serta publikasi perpajakan.

LabSosio. Laboratorium Sosiologi (LabSosio) adalah sebuah pusat kajian sosiologi di Universitas Indonesia yang menekankan pada analisis dan pengembangan kebijakan yang berhubungan dengan masalah-masalah dan isu-isu sosial yang merupakan dampak dari perubahan-perubahan (ekonomi, politik, sosial budaya dan sejarah) yang saling berkait dalam masyarakat kontemporer Indonesia.
LabSosio memfokuskan pada kajian-kajian terhadap isu konflik, perdamaian dan pembangunan, demokrasi, hubungan dunia usaha dengan masyarakat, serta kesenjangan Sosial.
Selain melakukan berbagai kajian ersebut, LabSosio juga mengelola secara operasional Pusat Data Sosial (Social Data Centre/SDC) milik Departemen Sosiologi FISIP UI. SDC merupakan sebuah unit di dalam Departemen Sosiologi FISIP UI yang mempunyai kegiatan utama mengelola data dan informasi untuk menunjang kegiatan pembelajaran maupun pengembangan disiplin ilmu sosiologi.
SDC dibentuk untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang sebagai salah satu unit yang mampu memfasilitasi berbagai kebutuhan untuk pengembangan kemampuan analisis mahasiswa serta peningkatan kompetensi staf pengajar Departemen Sosiologi FISIP UI dengan selalu memperhatikan perkembangan perubahan sosial yang berlangsung di Indonesia maupun tingkat internasional.
SDC adalah sarana yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa dan pengajar Departemen Sosiologi FISIP UI serta pihak-pihak lain yang telah mendapat persetujuan dari Departemen Sosiologi.
Data yang ada di SDC terus dikembangkan dan pengadaannya terus diperbarui. Data yang tersedia di sini antara lain data statistik Badan Pusat Statistik (BPS); data statistik non-BPS; hasil-hasil penelitian skripsi, tesis dan disertasi Departemen Sosiologi FISIP UI; abstrak laporan penelitian LabSosio-Puska Sosiologi; koleksi artikel-artikel jurnal dan working paper internasional; beberapa akses ke perpustakaan, jurnal internasional dan sumber data statistik internasional. Koleksi data yang saat ini tersedia adalah (antara lain) Data Susenas 2003, Data Susenas 2004, Peta Kemiskinan Indonesia 2000 (SMERU - Ford Foundation), Upaya-Upaya Penguatan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (SMERU) Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI), Paket Informasi Dasar Penanggulangan Kemiskinan (SMERU), 2.584 artikel (tentang Perburuhan, Kesehatan, Participatory Rural Appraisal (PRA), dan sosiologi secara umum), dan beberapa video yang berkaitan dengan studi-studi sosiologi.
Saat ini SDC dilengkapi dengan sebuah program berbasiskan jaringan (SDC Inventory) yang dapat diakses melalui jaringan intranet FISIP-UI. Program ini menjadi media penyimpanan dari banyak data dan artikel yang relevan dengan studi sosiologi. Banyak data yang disediakan bersifat terbuka dan dapat diakses secara bebas. Namun beberapa data mentah dan bahan-bahan lain tertutup untuk pihak luar, sehingga memerlukan izin khusus dari LabSosio untuk pemanfaatannya.
Selain dapat digunakan sebagai ruang kelas, dengan 19 buah komputer desktop yang masing-masing terhubung dengan internet melalui jaringan Juita UI, dimungkinkan juga bagi para pengguna fasilitas SDC untuk mencari informasi-informasi lain di berbagai situs.

Pusat Kajian Kriminologi
Pusat Kajian Kriminologi adalah sebuah pusat kajian kriminologi di Universitas Indonesia yang menekankan pada analisis dan pengembangan kebijakan yang berhubungan dengan masalah-masalah dan isu-isu sosial yang merupakan dampak dari perubahan-perubahan (ekonomi, politik, sosial budaya dan sejarah) yang saling berkait dalam masyarakat kontemporer Indonesia. Dengan latar belakang pengetahuan dan pengalaman yang berpendekatan ilmiah dan praktis, Pusat Kajian Kriminologi siap membantu Departemen Kriminologi melaksanakan dan mengembangkan serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan Kriminologi di masyarakat.
Pusat Kajian Kriminologi mengemban misi: pertama, menjadi Pusat Pengembangan Kriminologi di Indonesia di bawah Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Kedua, menjadi lembaga penyedia jasa riset dan konsultasi di bidang Kriminologi, antara lain resolusi konflik; terorisme; efektivitas sistem peradilan pidana, termasuk juga peradilan anak; korupsi; kenakalan anak; perencanaan kebijakan penanganan dan pencegahan kejahatan, termasuk di dalamnya kejahatan narkotika dan bentuk-bentuk kejahatan lainnya; serta perencanaan program pengamanan di berbagai sektor dan aplikasinya.
Ketiga, menjadi lembaga penelitian sosial budaya dan kriminalitas dengan fokus kajian pada analisis serta perencanaan dan pengembangan kemasyarakatan dan perkotaan. Keempat, menjadi lembaga acuan bagi publik dalam memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai realitas sosial dan budaya masyarakat Indonesia, dengan berbagai aspek seperti: kemasyarakatan, budaya, hukum, kejahatan serta keamanan.
Pusat Kajian Kriminologi didirikan pada tahun 2004 dengan Surat Keputusan Dekan FISIP No.025/tahun 2004 tanggal 16 September 2004. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan meliputi: pertama, mengelola administrasi pelayanan internal, monitoring dan evaluasi, penelitian-publikasi-hubungan masyarakat, pengembangan dan aplikasi iptek. Kedua, menyelenggarakan pelaksanaan internal perpustakaan kepada mahasiswa semua program studi, tenaga akademik dan tenaga administrasi, khususnya bagi kegiatan pengajaran dan penelitian. Ketiga, melaksanakan fungsi monitoring dan evaluasi kegiatan Departemen, tenaga Akademik, dan tenaga Administrasi.
Keempat, menyelenggarakan dan mengelola bank proposal penelitian, serta memberikan fasilitasi dalam memperoleh dana penelitian. Kelima, menyelenggarakan kegiatan penerbitan jurnal dan karya ilmiah lainnya. Keenam, menyelenggarakan kegiatan pengembangan Kriminologi melalui kegiatan pelatihan internal maupun untuk masyarakat yang memerlukan.
Pusat Kajian Kriminologi memiliki beberapa divisi, antara lain Divisi Pelayanan Internal; Divisi Monitoring dan Evaluasi; Divisi Penelitian, Penerbitan, dan Humas;   Divisi Pengembangan dan Aplikasi IPTEK; dan Divisi Usaha Komersial.

Pusat Kajian Kesejahteraan Sosial
Sebuah pusat kajian di bawah pengelolaan dan koordinasi Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI yang menekankan pada perencanaan, analisis dan pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan masalah-masalah dan isu-isu yang merupakan dampak perubahan sosial, politik dan ekonomi yang saling terkait dalam masyarakat Indonesia masa kini.
Pusat Kajian Kesejahteraan Sosial memfokuskan pada kajian-kajian seputar isu-isu kemiskinan, manusia lanjut usia (manula), pengembangan masyarakat, penanganan masalah narkoba, penanganan HIV/AIDS, dan penyandang cacat. Untuk mendukung fokus kajian-kajian tersebut, pusat kajian ini memliki dua divisi, masing-masing Divisi Pelatihan dan Divisi Penelitian. Kedua divisi tersebut diperkuat dengan sumber daya manusia yang pakar dalam bidang narkoba, perencanaan kebijakan, anak dan perempuan, pemetaan sosial, kesehatan dan HIV/AIDS, penyandang cacat, kemiskinan, manula, dan pengembangan/pengorganisasian masyarakat.
Pusat Kajian Kesejahteraan Sosial mengemban misi, antara lain, menjadi pusat pengembangan Ilmu Kesejahteraan Sosial di Indonesia di bawah Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI; menjadi lembaga penyedia jasa riset dan konsultasi di bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial; dan menjadi lembaga acuan bagi publik dalam memperoleh informasi dan pengetahuan mengenai realitas kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia.

Pusat Kajian Antropologi
Merujuk pada SK Dekan FISIP No.014 Tahun 2003 tentang Organisasi dan Tata Kerja FISIP UI, maka semua kegiatan belajar-mengajar di lingkungan fakultas diselenggarakan oleh departemen. Dengan demikan, departemen menjadi unit pelaksana kegiatan belajar-mengajar dalam bidang ilmu tertentu di lingkungan FISIP. Dalam menjalankan fungsinya, departemen mengatur Program Studi Diploma, Sarjana, Magister dan Doktoral; dan mengelola kegiatan non-pengajaran yaitu unit usaha dan pusat kajian.
Di lingkungan Departemen Antropologi, bernaung tiga program studi, yaitu Program Diploma 3 Pariwisata, Program Studi Sarjana Antropologi dan Program Studi Pascasarjana Antropologi. Kemudian, Laboratorium Antropologi yang selama lebih dari 20 tahun menjadi sarana pengembangan disiplin ilmu Antropologi dan Jurusan Antropologi FISIP UI kemudian diubah statusnya menjadi Pusat Kajian Antropologi (Center for Anthropological Studies), sesuai dengan Surat Edaran Dekan FISIP No.121/PT.02H4 FISIP/Q/2003.
Secara garis besar bidang-bidang kegiatan yang dikembangkan di Pusat Kajian Antropologi diwujudkan dalam beberapa pokok kegiatan, sebagai berikut :
Pertama, Unit-unit kajian. Penelitian merupakan bagian penting dari Pusat Kajian Antropologi yang berfungsi untuk menunjang pengajaran, pengembangan dan penerapan ilmu antropologi. Fungsi tersebut dijalankan melalui berbagai kegiatan penelitian murni maupun terapan, yang hasilnya dapat menjadi masukan bagi kepentingan pengajaran, pengembangan teori dan metode antropologi, serta pemecahan masalah-masalah sosial budaya di Indonesia.
Unit-unit kajian yang potensial untuk dikembangkan dalam lingkungan Pusat Kajian Antropologi antara lain kajian etnisitas, konflik dan integrasi sosial, kebudayaan dan pariwisata, kesenian, pembangunan dan dinamika pedesaan, kesehatan, dan antropologi ekologi. Unit kajian ini dibentuk sesuai dengan minat dan kompetensi staf pengajar dalam pengembangan keilmuan di bidang antropologi.
Kedua, Perpustakaan. Informasi mengenai antropologi bagi masyarakat luas dan juga bagi mahasiswa, pengajar dan praktisi antropologi pada khususnya hingga saat ini belum terpenuhi secara memuaskan. Oleh karena itu diperlukan suatu bidang yang khusus mengelola pendataan informasi tersebut agar dapat disalurkan dan dipergunakan guna pengembangan antropologi itu sendiri baik di kalangan akademis maupun di kalangan praktisi. Untuk itu, Pusat Kajian Antropologi mengelola perpustakaan khusus yang hingga sekarang sudah memiliki koleksi sekitar 3.000 judul buku.
Ketiga, Publikasi dan Dokumentasi. Bidang publikasi dibentuk sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan dan mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam bidang antropologi pada khususnya dan ilmu sosial umumnya. Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi akan kurang memadai bila tidak didukung oleh publikasi yang berfungsi menyebarluaskan dan mengkomunikasikan pengetahuan yang dipelajari dan dikembangkan oleh kalangan akademis kepada masyarakat di luar universitas. Secara lebih khusus, melalui kegiatan publikasi diharapkan dapat merangsang dan mendorong pengembangan ilmu antropologi di Universitas Indonesia dan universitas-universitas lainnya di Indonesia. Setiap kegiatan yang ada dalam unit kajian diharapkan dapat dipublikasikan dalam bentuk working paper, manuscript atau buku.
Keempat, Pelatihan dan Pengembangan. Pusat Kajian Antropologi juga berfungsi sebagai pusat kegiatan pendukung akademik sebagai teaching laboratory di Departemen Antropologi. Dalam lingkup ini, kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan metodologi, seminar dan kegiatan diskusi tematik.
Selama ini, dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak (baik di dalam maupun di luar negeri), Pusat Kajian Antropologi telah melakukan berbagai penelitian. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan antara lain Evaluasi Pengelolaan Sumberdaya Alam di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah (kerjasama dengan Conservation International, tahun 2000); Abrasi Pantai, Konversasi Bakau dan Degradasi Terumbu Karang di Sulawesi Selatan: Pengembangan Masyarakat dan Pelastarian Hutan Bakau (MacArthur Foundation, 1999-2001); A qualitative study of sexual behavior and sexual risk among men who have sex with men in Jakarta (Program ASA- Family Health International, 2002); Sistem Mata Pencaharian Masyarakat di Dalam dan di Sekitar TN Tanjung Puting (Conservation International Indonesia, 2002); dan Rapid Assessment of Child Labour in Mining Sector,  East Kalimantan (International Labour Organization-IPEC , 2002-2003).

CEACoS
Center for East Asian Cooperation Studies (CEACoS) merupakan pusat kajian yang didirikan pada tanggal 24 Mei 2004 dan berada di bawah naungan Departemen llmu Hubungan Internasional. Pendirian CEACoS sebagai sebuah institusi dilatar-belakangi oleh fakta adanya penguatan interaksi hubungan antar-negara dan antar-masyarakat di kawasan Asia Timur, khususnya antara ASEAN dengan Jepang, Korea Selatan dan China. Pada prinsipnya, pusat kajian ini merupakan think tank yang bertujuan untuk mempromosikan penelitian-penelitian yang berorientasi pada kebijakan kerjasama ekonomi, politik, keamanan dan budaya antar-negara dan antar-masyarakat di kawasan Asia Timur, khususnya dalam hubungannya dengan Indonesia.
Secara legalitas, pendirian CEACoS didasarkan pada Keputusan Dekan Fakultas llmu Sosial dan llmu Politik Universitas Indonesia Nomor 14/2004, tertanggal 31 Mei 2004.
Selain pusat-pusat kajian yang berada di bawah koordinasi, pengelolaan dan manajemen delapan departemen tadi, FISIP UI masih memiliki sejumlah pusat kajian yang  dikelola poleh pihak Fakultas. Berikut ini beberapa pusat kajian dimaksud:
Pusat Kajian Disabilitas
Pusat Kajian Disabilitas (Puska Disabilitas) FISIP UI didirikan pada tahun 2005 untuk membantu salah satu universitas terbesar di nusantara ini menjadi perguruan tinggi yang inklusif. Puska Disabilitas memahami betapa banyak calon mahasiswa yang berbakat dan mempunyai kemampuan yang sangat memadai namun tidak mau atau takut mendaftar di sebuah perguruan tinggi negeri seperti UI. Selain fasilitas fisik yang mungkin belum memadai, masih ada pula sikap dan sistem pendaftaran dalam kampus yang belum kondusif buat mereka. Keberadaan Puska Disabilitas membantu memberikan fasilitas (misalnya braile) atau bantuan mahasiswa relawan untuk mempermudah calon mahasiswa menjalankan tes yang diperlukan.
Secara khusus, Puska Disabilitas bertujuan untuk: Melakukan kajian kritis mengenai berbagai kerangka kebijakan nasional dan jika perlu melakukan reformasi kebijakan dan hukum; Merancang dan menawarkan mata kuliah di bidang disabilitas di tingkat S-1; Memberdayakan orang dengan disabilitas agar lebih mandiri, terlibat dalam memperjuangkan hak-haknya, dan bangga dengan kelebihan-kelebihannya; serta Mengembangkan jaringan advokasi.
Kegiatan Puska Disabilitas meliputi kajian terhadap isu disabilitas dan melakukan berbagai kegiatan guna meningkatkan inklusifitas masyarakat. Selain Sensitivity Training ini, Puska Disabilitas juga mempublikasikan sinopsis kisah para penyandang cacat, serta melakukan kerjasama dengan DAI TV untuk membuat dan menyiarkan film dokumenter tentang kalangan disable. Film seri dokumenter yang telah tayang di DAI TV dengan judul “Menembus Batas” ini mengisahkan para penyandang cacat yang senantiasa menatap masa depan dengan optimis.

Pusat Kajian Perlindungan Anak
Pusat Kajian Perlindugan Anak FISIP UI resmi dibentuk pada Desember 2010. Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat UI, Bachtiar Alam, menjelaskan bahwa kelahiran pusat kajian ini untuk memainkan peran penting dalam meningkatkan perlindungan anak Indonesia. Saat ini pusat kajian yang didukung kemitraan antara Kementerian/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), USAID, Columbia University dan UNICEF ini sudah mulai melakukan promosi atas beberapa solusi.
Bachtiar mengatakan kondisi permasalahan anak Indonesia saat ini masih sangat serius meskipun Indonesia sudah sepuluh tahun meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) dan sudah delapan tahun memiliki Undang-Undang  Perlindungan Anak. Salah satu contohnya, berdasarkan data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan 2006, bahwa terdapat tiga juta anak perempuan yang bekerja setidaknya 25-45 jam dalam sepekan.  

CERIC
Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution (CERIC) FISIP UI dibentuk pada Oktober 2000. Pusat kajian yang didirikan berkat kerjasama dengan The Southeast Asia Studies Program di Ohio University ini dikelola oleh ilmuwan sosial senior FISIP UI dan Ohio University yang memiliki komitmen kuat dalam penelitian sosial.CERIC memfokuskan diri pada kajian dinamika inter-group dan sumber-sumber yang acapkali menimbulkan dinamika tinggi. Selain itu, CERIC juga memberikan resolusi konflik dan pelatihan kepada kelompok mediasi yang dapat dibuat pada semua level (dari pemerintahan sampai masyarakat sipil.
Kendati CERIC mengambil “markas” di Ibukota, misi utama CERIC adalah mengembangkan pusat-pusat kajian serupa di daerah-daerah di seluruh wilayah Indonesia. Kehadiran CERIC diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pencegahan dan pemecahan masalah konflik-konflik sosial yang cukup rentan terjadi dalam masyarakat Indonesia.
Duduk sebagai Dewan Penasihat CERIC antara lain Prof. Kamanto Sunarto, SH, PhD; Elizabeth Collins, PhD; dan Stephano T. Tsukamoto, PhD. Kemudian sebagai Direktur adalah sosiolog senior Imam B. Prasodjo, PhD. Di jajaran peneliti antara lain Dr. Ilya Revianti Sunarwinadi; Iwan Gardono, PhD; dan Soelaiman Soemardi, SH, MA.
Tampak bahwa FISIP UI terus berupaya meretas jalan menuju kelas dunia melalui pusat-pusat kajian yang berkualitas dengan jejaring internasional yang semakin meluas. FISIP  UI ingin terus menjadi bagian dan pendukung kuat bagia tergapainya UI sebagai universitas riset kelas dunia di tahun 2012.***      

Boks 1:
Fasilitas Pendukung Studi (Perkuliahan)
Salah satu unsur penting untuk menggapai predikat uiniversitas (fakultas) berkelas dunia adalah fasilitas yang memadai untuk pekerjaan akademis, seperti perpustakaan yang lengkap dan laboratorium yang mutakhir. FISIP UI tidak melupakan unsur penting tersebut. Untuk itu mari kita lihat beberapa fasilitas penting yang dimiliki FISIP UI berikut:
MBRC – Miriam Budiardjo Resource Center (MBRC) diresmikan pada tanggal 24 Februari 2005 oleh Rektor UI dalam rangka perayaan 36 tahun berdirinya FISIP UI. Nama ini dipilih untuk memberi penghormatan kepada salah satu pendiri FISIP UI, Prof. Dr. (HC) Miriam Budiardjo, MA. Seorang ilmuwan politik terkemuka yang telah menghasilkan buku-buku ilmu politik yang dipakai sebagai referensi di hampir seluruh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Indonesia.
MBRC ditempatkan sebagai: pertama, Salah satu icon dari FISIP UI yang merupakan pusat sumber ilmu dengan sistem perpustakaan terbuka yang modern. Kedua, Pendukung visi dan misi Universitas Indonesia untuk mencapai posisi sebagai universitas riset bertaraf internasional dan menjadi pusat sumber ilmu sosial terkemuka di tingkat Asia Tenggara. Ketiga, Pendukung terhadap tuntutan perubahan global yang penuh persaingan dan tanpa batas, yang memaksa manusia menggapai informasi secara luas dan cepat untuk dapat mengungguli manusia lainnya. Dan keempat, Pendukung tujuan universitas mengembangkan program pengajaran student centered learning, di mana mahasiswa menjadi sentral yang kreatif mencari dan mengembangkan sumber pengetahuan secara mandiri.
MBRC memiliki Ruang Bina Bangsa. Berbagai upaya untuk menumbuhkan rasa kebangsaan perlu terus dilakukan. Salah satunya dengan menyediakan sarana penunjang tumbuhnya nation building berupa fasilitas Ruang Bina Bangsa. Keberadaan Ruang Bina Bangsa ini merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Nurani Dunia dengan FISIP UI yang bertujuan: pertama, Memberikan akses bacaan dan informasi penting yang berkaitan dengan nation building di Indonesia kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa. Kedua, Memfasilitasi generasi muda dalam proses pemahaman mengenai civic nationalism, berkaitan dengan upaya mewujudkan bangsa Indonesia yang cerdas, adil dan makmur. Ketiga, Menstimulasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat agar lebih memahami dan menghargai proses perkembangan bangsa Indonesia.
Ruangan ini berisi koleksi buku dan audio visual mengenai bangsa Indonesia. Selain itu dilengkapi pula dengan LCD TV 42 inch dan DVD Player. Selain Ruang Bina Bangsa ini, MBRC masih memiliki ruang-ruang American Corner dan World Bank Corner. American Corner menyediakan sekitar 2.000 eksemplar buku-buku tentang Amerika terbitan tahun 2000-an; majalah ilmiah dan populer dalam aneka subyek; CD dan DVD dengan topik-topik politik, demokrasi, HAM, ekonomi dan perdagangan; layanan internet gratis sebenyak enam komputer; dan layanan fotocopy. Sedangkan World Bank Corner memberikan layanan: publikasi Bank Dunia bertopik pembangunan; studi tentang Indonesia dan regional; publikasi pembangunan ekonomi dan sosial; kegiatan dan aktivitas Bank Dunia terkini; SD-Rom topik pembangunan; dan akses e-library Bank Dunia.
MBRC menghadirkan sistem perpustakaan terbuka. Yakni, sebuah sistem perpustakaan yang menghubungkan pengguna langsung dengan sumber informasi sehingga dapat menelusuri sumber-sumber informasi tadi secara mandiri, optimal dan tanpa batas. Sebuah sistem yang menggelar sumber informasi dalam bentuk buku yang ditata di ruang-ruang koleksi dengan pengamanan security magnetic. Dan sebuah sistem yang menghadirkan interior terbuka dan transparan tanpa dinding pembatas, yang secara psikologis membuat pengguna merasa luas dan bebas “mengarungi lautan” sumber-sumber informasi.
Sebagai sebuah sistem perpustakaan terbuka, MBRC memiliki program penelusuran berstandar internasional, yaitu program OPAC (Online Public Access Catalog), yang dapat menghemat waktu bagi pengunjung yang ingin menelusuri koleksi sumber ilmu tercetak (buku). Pengunjung yang terkoneksi dengan internet dapat mengakses katalog digital ini melalui situs www.fisip.ui.ac/mbrc.
Selain itu, MBRC dilengkapi pula dengan fasilitas hotspot; ruang seminar berkapasitas 50 orang yang dapat digunakan secara gratis (dengan pemesanan terlebih dulu); ruang diskusi berkapasitas 8-12 orang plus layar presentasi dan jaringan kabel internet; 40 unit komputer untuk akses internet plus printing center; dan software untuk tunanetra yang di-install di dua unit komputer.
Koleksi tercetak buku sejumlah 18.938 judul atau 31.212 eksemplar; 25 judul majalah yang dilanggan secara tetap; 173 judul majalah yang dilanggan secara tidak tetap; 4.167 judul skripsi; 3.398 judul tesis dan disertasi; ensiklopedia Britanica, Americana dan berbagai bidang khusus; dan didukung oleh ribuan koleksi yang berada dan dimiliki oleh delapan departemen di FISIP UI.
Sebagai dedikasi MBRC kepada para pengunjung, MBRC menawarkan program pelayanan informasi. Dalam hal ini MBRC mengoptimalkan penggunaan dan perolehan informasi online database sehingga mempermudah pengunjung untuk memperoleh informasi sesuai dengan yang mereka inginkan. Realisasi program pelayanan ini dalam bentuk: a. Information Literacy Training, program pelatihan dan pengarahan penggunaan online database yang diadakan secara periodik atau sesuai dengan permintaan civitas  FISIP UI; b. Information Packaging, program paket informasi untuk user denganmelakukan user profiling dan penyediaan online database sesuai dengan permintaan dan kebutuhan user.
Di samping itu masih ada program seminar dan kuliah umum. MBRC menyelenggarakan diskusi dan seminar mengenai berbagai topik perkembangan keilmuan seperti politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan. Dipresentasikan oleh ahli-ahli yang didatangkan dari dalam dan luar negeri. Khusus American Corner, maka topik-topik mengenai Amerika lebih diutamakan. Pelatihan bahasa Inggris dengan mendatangkan native speaker.
Auditorium AJB Bumiputera. Auditorium Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera adalah ruangan yang kerapkali dipakai untuk menyelenggarakan berbagai acara penting di FISIP UI. Banyak acara besar seperti public lecture, seminar, workshop, pagelaran seni serta sidang diadakan di ruangan yang terletak di Gedung F lantai 2 ini. Misalkan kuliah umum yang menghadirkan pembicara Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao pada tanggal 22 Maret 2011 yang sempat dihebohkan adanya kardus yang diduga paket bom namun ternyata kardus bekas bungkus laptop yang kosong.pemilihan mahasiswa berprestasi yang diselenggarakan setiap tahun juga selalu memakai auditorium ini. Sebab itu, auditorium ini sering disebut sebagai auditorium paling “eksis” seantero FISIP UI.
Mahasiswa boleh meminjam Auditorium AJB untuk mengadakan berbagai kegiatan. Si mahasiswa cukup menghubungi dan mengajukan permohonan pinjam ke Manajer Ventura dan Infrastruktur FISIP UI dengan melampirkan surat izin dari organisasi atau kepanitiaan yang ingin memakai auditorium.
Auditorium Komunikasi. Selain Auditorium AJB Bumiputera, FISIP UI masih memiliki Auditorium Komunikasi yang berada di lantai 1 Gedung Komunikasi. Auditorium yang mulai digunakan sejak 1 Januari 2010 ini sering digunakan untuk acara-acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa dan dekanat. Acara seperti seminar, konferensi, diskusi kontemporer, latihan keterampilan mahasiswa dan lomba antar-mahasiswa, baik tingkat nasional maupun internasional, kerap mengambil tempat auditorium ini.
Jumlah kursi yang tersedia cukup untuk menampung maksimal 200 orang. Fasilitas yang disediakan cukup mendukung kegiatan yang membutuhkan kelancaran proses komunikasi, seperti simple sound system, microphone, serta infokus. Auditorium ini juga dilengkapi pendingin ruangan. Mahasiswa pun dengan mudah dapat menggunakan auditorium ini untuk acara apa saja dengan syarat mengantongi surat izin atau persetujuan dari Mahalum.
Laboratorium Audiovisual. FISIP UI sebagai fakultas yang laboratoriumnya adalah masyarakat dan tabung erlenmeyernya merupakan gejala-gejala sosial, ternyata memiliki laboratorium yang terletak di dalam ruangan layaknya laboratorium sebagaimana umumnya kita pahami. Salah satu laboratorium itu adalah labratorium audiovisual yang terletak di belakang Gedung E menghadap ke jalan di samping kiri FISIP UI.
Salah satu departemen di FISIP, yakni Ilmu Komunikasi, menuntut mahasiswanya untuk tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis, tapi juga memiliki pengetahuan teknis. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, hadirlah laboratorium sebagai sarana praktikum untuk mengasah keterampilan mahasiswa di bidang praktis dalam proses belajar-mengajar. Laboratorium audiovisual ini dilengkapi dengan studio produksi, studio berita, ruang kontrol, ruang editing, ruang berita, kamera dan tata lampu yang setara dengan studio televisi profesional.
Ruang Kelas. Untuk mengakomodir mahasiswa yang jumlahnya sangat banyak dibandingkan fakultas lain, FISIP memiliki ruang kelas dalam jumlah yang relatif banyak pula. Kelasnya pun bervariasi. Ada yang masih memakai bangku kayu seperti kelas-kelas di Gedung E sampai yang memakai papan tulis kaca seperti kelas-kelas di Gedung M. Hampir setiap ruang kelas dilengkapi proyektor untuk mendukung pembelajaran. Hanya beberapa kelas saja yang belum disediakan, jadi harus meminjam ke Gedung A. Yang melegakan, mahasiswa tidak perlu merasa khawatir belajar sambil berkeringat karena panasnya Kota depok. Semua kelas  telah dilengkapi dengan pendingin ruangan.
Teater Kolam. Di dekat Kantin Takoru terdapat arena berbentuk lingkaran. Itulah Teater Kolam atau kerap disingkat Teko. Teko biasa menjadi tempat mahasiswa FISIP menggelar berbagai pertunjukan. Ada begitu banyak acara FISIP dan pertunjukan yang pernah digelar di tempat ini, antara lain pertunjukan tari, teater, dan musik.
Arena Teko yang bentuknya melingkar ini mempunyai tempat duduk untuk penonton yang bertingkat-tingkat seperti tempat duduk bioskop. Teko memiliki panggung utama yang memotong lingkaran bangku penonton dan menghadap ke Kantin Takor. Panggung Teko yang menghadap Takor ini menjadi kekuatan Teko untuk membuat orang-orang tertarik mendekat setiap ada acara. Di tengah-tengah Teko ini arena kosong yang dihiasi batu kerikil. Biasanya bagian ini menjadi ekstensi buat panggung.
Selah satu acara populer di FISIP UI yang rutin digelar di Teko adalah Gelar Apresiasi Seni (Gelas) FISIP yang diadakan oleh mahasiswa FISIP, antara lain Gelas Tari, Gelas Musik, dan Gelas Film. 
Taman Korea. Dulu Taman Korea atau yang akrab disebut Takor merupakan kantin pertama di FISIP. Sebelum dikenal dengan sebutan Takor, dikenal dengan nama Balsem (Balik Semak). Disebut Balsem lantaran dulu letaknya dibalik semak-semak, sampai renovasi besar-besaran dan kantin ini berubah namanya.
Kantin Takor memiliki keragaman konter makanan dan minuman. Cukup banyak variasi makanan yang disajikan, antara lain nasi alo, nasi goreng dan nasi kebuli. Yang tadisional pun dapat dijumpai di sini, seperti pecel Madiun, gado-gado dan aneka soto. Pun demikian dengan minuman yang dijajakan, mulai minuman dingin, minuman hangat sampai minuman panas.
Takor berlokasi di bawah ruang Yong Ma, Sekretariat BEM dan Sekretariat Bersama (Sekber). Di Takor terdapat satu toilet perempuan dan satu toilet laki-laki. Sekarang di samping Takor hadir pula Taman Korea Baru (Takoru) yang mengusung konsep sajian yang lebih eksklusif dan nyaman dalam gedung tertutup. Makanan dan minuman yang dijajakan di sini kebanyakan bernuansa luar negeri atau percampuran tradisional-mancanegara.
Koperasi Pegawai FISIP UI. Koperasi yang senantiasa ramai dikunjungi warga kampus FISIP UI ini terletak di tempat yang sangat mudah dijangkau di lingkungan FISIP. Koperasi ini sudah sejak lama didirikan oleh pihak Fakultas. Bahkan dulu pernah menjalin kerjasama dengan produsen minuman ringan ternama.
Koperasi dengan tiga pegawai ini selalu buka dari hari Senin sampai Jumat, dari jam 07.00 hingga jam 21.30 WIB. Koperasi ini menyediakan berbagai macam makanan dan minuman serta alat-alat tulis.
Coffee Toffee. Tempat nongkrong di belakang Gedung M ini didirikan oleh Mahasiswa Alumni (Mahalum) pada awal tahun 2010. Cofffee Toffee menyediakan aneka minuman hot/ice chocolate, coffee dan tea.
Coffee Toffee menjadi tempat kumpul yang sangat nyaman dengan sofa, AC, hotspot dan musik. Bagi pecinta kopi, Coffee Toffee adalah surganya kopi.
 IT Center. Melayani jasa terkait dengan fotocopy serta jilid. Selain itu, di sini juga disediakan rental pengetikan. Materi perkuliahan (handouts) biasanya tersedia pula di sini. Jadi IT Center bisa dijadikan tempat alternatif bagi mahasiswa untuk fotocopy handouts. Di menjual jasa, IT Center pun tentunya menjual berbagai produk IT seperti notebook, flashdisk, speaker, dan Ipod.
Mobil Kemanusiaan. Mobil layanan kemanusiaan FISIP UI ini disediakan dalam rangka mendukung program tanggap bencana. Fasilitas ini diresmikan pada tanggal 2 Mei 2011 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Mobil ini biasa dipakai untuk membawa bantuan kemanusiaan  korban bencana. Fungsi kongkret yang telah dilakukan mobil unit layanan FISIP UI adalah membawa bantuan berupa buku kepada korban bencana Merapi di Desa Hargobinangun, Yogyakarta, pada April 2011. Tidak sebatas itu, mobil unit layanan kemanusiaan juga dapat digunakan untuk menolong mahasiswa dalam keadaan darurat, seperti membawa mahasiswa yang sakit ke Pusat Kesehatan Mahasiswa (PKM) atau Rumah Sakit terdekat. ***           

No comments:

Post a Comment