Showing posts with label plesiran. Show all posts
Showing posts with label plesiran. Show all posts

Sunday, September 28, 2014

Wisata Bahari Padaido-Biak Numfor

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESPulau Rurbas kecil di gugusan Pulau Padaido, Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Kamis (5/7/2012). Gugusan pulau Padaido merupakan salah satu tujuan wisata bahari yang ada di Kabupaten Biak Numfor. Di gugusan kepulauan ini terdapat puluhan titik selam dengan keindahan terumbu karang dan ratusan spesies ikan.
Bupati Kabupaten Biak Numfor terpilih periode 2014-2019 Yesaya Sumbok mengatakan wisata bahari di Kepulauan Padaido akan dikembangkan untuk menjadi salah satu tujuan wisata andalan. "Daerah itu memiliki keunikan dan daya tarik sendiri bagi Biak Numfor," kata Bupati Yesaya Sumbok kepada Antara Jayapura sesaat sebelum berangkat ke Biak, Selasa (11/3/2014).

Ia mengatakan gugusan pulau-pulau Padaido yang berjumlah puluhan itu dengan alam bawah laut yang indah akan dikembangkan untuk mendukung pendapatan asli daerah setempat.

"Tentunya Pemkab Biak Numfor akan menggandeng sejumlah pihak, investor dan juga pemerhati lingkungan, dan tetap memberdayakan masyarakat asli setempat sebagai pemilik hak ulayat," katanya.

Untuk itu, Yesaya sudah berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan salah satu yayasan milik Yorrys Raweyai guna melihat lebih dekat potensi apa saja yang bisa dikembangkan di Kepulauan Padaido.

"Beberapa waktu lalu saya sudah berbicara dengan Pak Yorrys terkait wisata Padaido ini. Dan segera kami tindak lanjuti sebagai salah satu tempat wisata terunik yang dimiliki Biak Numfor," katanya.

Dalam literatur disebutkan panorama gugusan pulau-pulau yang ada di Padaido begitu indah dan hamparan pasir putih di bibir pantai, dengan pohon cemara dan kelapa yang berjejer rapi sangat menarik untuk dijadikan salah satu tujuan wisata.

Jika air laut sedang surut, beberapa pulau diantaranya bisa dilalui dengan hanya berjalan kaki. Belum lagi panorama alam bawah lautnya yang tak kalah menarik, selain biota laut yang unik ada juga peninggalan pesawat Perang Dunia II yang tenggelam di dasar lautnya dan sangat cocok untuk melakukan wisata menyelam (diving) di kawasan laut itu. (http://travel.kompas.com/)

Sunday, July 27, 2014

Wisata Religi 5 Wali di Jatim Diminati Turis Mancanegara




Keberadaan Wali Songo, penyebar agama Islam di Pulau Jawa, terus memberikan pengaruh dan menjadi magnet wisata religi. Bahkan, wisatawan asing juga tertarik untuk mengikuti perjalanan wisata religi tersebut.

Menurut Direktur Utama PT Darmawisata Indonesia, Husin SE, pihaknya mengakui keunikan wisata religi Wali mampu menyedot perhatian wisatawan. Nah, di Jawa Timur ada 5 wali yang makamnya menjadi objek wisata religi.

"Beberapa wisatawan asing salah satunya dari Belgia yang non muslim tertarik untuk mengambil paket perjalanan wali 5 di Jawa Timur," kata Husein, Senin (24/6/2013).

Paket Wali 5 yang mempunyai durasi hanya 1 hari ini menjadi satu kelebihan yang ditawarkan kepada wisatawan. Selain mempunyai jarak yang dekat kendala waktu juga bisa dihilangkan terutama untuk para wisatawan yang mempunyai waktu berlibur singkat.

"Jumlahnya terus mengalami peningkatan dan untuk musim liburan kali ini melonjak hingga 30%," terang Husin.

Banyak keunikan yang ditawarkan saat melakoni wisata religi Wali 5 yang seluruhnya berada di wilayah Jawa Timur. Kunjungan pertama di Kota Surabaya yang dikenal sebagai Mbah Bungkul.

Mbah Bungkul yang berlokasi di Taman Bungkul Surabaya ini mempunyai nama asli Ki Ageng Supo yang lahir tahun 1400-1481. Sewaktu masuk Islam berganti nama menjadi Ki Ageng Mahmuddin. Mbah bungkul dikenal sebagai Guru dari sesepuh para Sunan yaitu Sunan Ampel. Kunjungan ziarah ke makam Mbah Bungkul jadi agenda wajib dan sekitar makam disulap oleh Pemkot Surabaya menjadi taman yang indah.
Selanjutnya berada di kawasan Surabaya Utara adalah makam Sunan Ampel. Selain berziarah, wisata belanja juga ditawarkan karena lokasinya bersebelahan dengan Pasar Gubah, pusat oleh-oleh wisata religi.

Di lokasi makam terdapat sumur mata air yang diyakini mampu menyembuhkan beragam penyakit dan membuat awet muda. Beberapa peziarah sengaja menyimpan air tersebut untuk dibawa pulang.

Ziarah selanjutnya mengarah ke Kota Gresik di makam Sunan Maulana Malik Ibrahim dan Sunan Giri. Kedua Sunan ini mempunyai pola penyebaran agama yang cukup berbeda. Maulana Malik Ibrahim melakukan penyebaran agama Islam dengan pendekatan kultural dan sangat mahir di bidang pertanian dan pengobatan.

Di samping komplek Makan Maulana Malik Ibrahim terdapat Komplek makam keluarga Bupati pertama Gresik Kyai Tumenggung Pusponegoro I. Cara dakwah Sunan Giri yang mempunya nama asli Raden Paku/Ainul Yaqien dengan melakukan pendekatan kesenian dan mempunyai karya abadi seperti Jelungan, Lir-ilir dan Cublak Suweng serta beberapa gending atau lagu instrumental Jawa seperti Asmaradana dan Pucung.

Butuh sedikit pengorbanan untuk mencapai makam Sunan Giri di perbukitan. Wisatawan bila mampu bisa berjalan kaki, namun bisa juga menggunakan transportasi ojek maupun dokar yang tersedia di sana.

Selain berziarah wisatawan juga bisa berkunjung ke Museum Sunan Giri yang menyimpan koleksi pribadi seperti sajadah dan beberapa alat salat lainnya. Lokasinya berdekatan dengan makam Sunan Malik Ibrahim.

Wisata selanjutnya menuju Kota Lamongan untuk berziarah ke makam Sunan Drajat yang mempunyai nama asli Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin yang merupakan putra dari Sunan Ampel.

Lokasi makam mempunyai keunikan yakni terdiri dari 7 bagian yang mencerminkan 7 filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan saat melakukan penyebaran ajaran Islam. Tur berakhir saat mengunjungi makam Sunan Bonang yang berada di pusat kota Tuban.

Bernama asli Raden Maulana Makdum Ibrahim, Sunan Bonang menyimpan kontroversi seputar lokasi makam. Selain di Pusat Kota Tuban bersebelahan dengan Masjid Jami Tuban, makam Sunan Bonang juga dipercaya sebagian orang berada di Pulau Bawean. Karya seni abadi yang ditinggalkan dan masih bisa dinikmati sampai sekarang adalah tembang Tombo Ati yang sering kita dengar merupakan gubahan dari Sunan Bonang.

Sunday, July 20, 2014

Mie Koclok Panjunan

Mie Koclok Panjunan

3.7/5 rating (3 votes)
Mie koclok merupakan salah satu makanan khas dari kota Cirebon, ada cukup banyak para penjual mie koclok yang bisa kita jumpai hampir disetiap sudut kota Cirebon. Tapi Mie Koclok Panjunan disebut-sebut sebagai yang paling khas dan cukup terkenal diantara yang lainnya. Menempati sebuah bangunan yang terlihat cukup tua dengan sebuah gerobak tempat meracik mie kocok ada di bagian samping depan. Dilengkapi juga dengan sebuah spanduk yang bertuliskan “Spesial Mie Koclok Panjungan Cirebon”, sehingga mempermudah kita untuk menemukan lokasinya.
Dari informasi yang kami terima, usaha ini sudah berdiri sejak tahun 1959-an. Dan sekarang ini usahanya dikelola oleh generasi ke-3 yang merupakan blasteran Arab dan Cirebon. Sedangkan Panjunan sendiri merupakan daerah pemukiman Arab dari zaman Hindia Belanda, dan resep dari nenek moyang inilah yang disebut-sebut sebagai ciri khas rasa yang sangat berbeda dengan mie koclok pada umumnya.
Warung yang berkapasitas sekitar ±20 pengunjung ini mulai melayani para pembelinya dari jam 5 sore sampai jam 11 malam setiap hari. Warung ini selalu ramai pengunjung, meskipun hanya menyediakan mie koclok saja. Mie koclok sendiri merupakan mie rebus yang disajikan dengan siraman kuah kental, irisan daun bawang, kol, taoge, telur rebus, suwiran daging ayam, teburan bawang goreng serta merica dan sambal merah di salah satu sisinya. Cara menikmatinya, harus diaduk terlebih dahulu hingga tercampur rata. Rasanya memang cukup unik, gurih, pedas dan sedikit asin terasa nikmat saat disruput bersama kuahnya yang kental. Sebagai teman minum, bisa dipilih teh yang menjadi penawar rasa pedasnya.
Biasanya warung ini jarang sepi pembeli, sehingga kita harus menunggu cukup lama untuk dapat menikmati seporsi mie koclok, bahkan ada yang sampai menunggu di luaran. Selain makan di tempat, banyak juga para pengunjung yang membeli untuk dibawa pulang. Untuk seporsi mie koclok kita cukup mengeluarkan kocek sebesar 7ribu rupiah saja. Untuk lebih memudahkan dalam mencari lokasinya, Anda bisa berpatokan dengan Masjid Merah Panjunan.
Agustus 2012
Sumber foto : cirebonkuliner.blogspot.com, completelyasia.blogspot.com

Specifications

  • Menu Andalan:Mie Koclok (Rp. 7.000)
  • Jam Buka:17.00 - 23.00
  • Alamat Lokasi:Jl. Panjunan, Cirebon (dekat Masjid Merah Panjunan)

Sunday, July 13, 2014

Ini Dia 5 Kuliner Unik Oleh-oleh dari Balikpapan



Balikpapan merupakan sebuah kota kecil di Propinsi Kalimantan Timur. Namun meskipun hanya sebagai kota kecil, Balikpapan merupakan pintu gerbang propinsi Kalimantan Timur. Perkembangan kota Balikpapan yang pesat bak magnet bagi pendatang dari berbagai daerah. Tak heran jika akhirnya terjadi kulturasi berbagai budaya dan suku bangsa di sini. Akibatnya justru semakin memperkaya khasanah budaya kita, termasuk dalam hal kuliner. Jika suatu saat nanti anda berkesempatan ke Balikpapan, pasti anda akan berfikir oleh-oleh apa yang khas dari Balikpapan selainbatu permatalampit, atau mandau khas Dayak?  Jangan khawatir, Balikpapan juga memiliki makanan unik dan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh untuk sahabat, keluarga atau handai tolan kita? Jika suatu saat nanti anda berkunjung ke Balikpapan, berikut  kuliner yang bisa anda pertimbangkan untuk dijadikan buah tangan yang mengesankan :
1. Aneka Olahan Kepiting
13915799051631894676
Kepiting Lada Hitam (dok. Pribadi)
Sudah menjadi rahasia umum jika Balikpapan merupakan salah satu daerah penghasil kepiting bakau (Scylla serrata) terbaik di Indonesia. Berbagai aneka olahan kepiting bakau (atau biasa disebut kepiting Soka) yang lezat bisa anda dapatkan dibeberapa restoran yang ada di Jalan Marsma Iswahyudi Gunung Bakaran (tak jauh dari Bandara Sepinggan). Menu kepiting lada hitamkepiting saos specialkepiting saus tiram,kepiting tauco, hingga kepiting goreng mentega ada disini. Namun dari sekian banyak menu, kepiting lada hitam dan kepiting saos special menjadi yang terdepan. Kepiting Soka yang gemuk dan banyak dagingnya memang akan semakin nikmat dengan bumbu saus dan lada hitam yang pedas. Untuk dijadikan oleh-oleh,  makananini juga sudah dikemas sedemikian rupa sehingga tidak mengurangi cita rasanya, aman, dan trendy sehingga tak perlu malu walau harus menentengnya. Sampai dirumah anda tinggal memanaskannya di microwave dan siap dihidangkan. Olahan lain yang lebih awet dan tahan dalam jangka waktu yang lebih lama yakni berupa abon kepiting yang banyak dijual dibeberapa minimarket ataupun toko-toko penjual oleh-oleh khas Balikpapan. Sedikitnya ada 2 farian abon kepiting yang dijual di pasaran, yakni original dan rasa bumbu.
1391579961482726749
Aneka Olahan Kepiting dalam kemasan (dok. pribadi)
13915800331627221686
Sampai rumah dipanaskan di microwave dan siap dihidangkan (dok. pribadi)
1391580101550259523
Abon kepiting, praktis dan tahan lama (dok. pribadi)
2. Bingka
13915801861328061371
Berbagai farian bingka (dok. pribadi)
Bingka merupakan salah satu kuliner khas Balikpapan. Makanan berbahan dasar kentang ini meskipun tidak tahan lama, namun bisa dijadikan oleh-oleh yang tak kalah mengesankan. Padu padan kentang, telor, mentega, gula, susu, dan santan akan menciptakan citarasa yang gurih, manis dan lezat. Dewasa ini bingka sudah memiliki berbagai farian seperti bingka kentang kombinasi pisang, keju, gula merah, bahkan bingka dari labu merahpun ada. Anda bisa membeli bingka kentang ini di dekat pelabuhan Semayang ataupun di Stal Kuda. Kedua tempat ini konon merupakan pembuat bingka paling enak di Balikpapan.
3. Amplang
1391580230784075235
Amplang gurih nan kriuk (dok. pribadi)
Amplang merupakan makanan ringan semacam kerupuk. Bahan utamanya terdiri dari tepung, telor,  beragam bumbu rempah, dan daging ikan pipih (atau sering disebut belida). Ikan pipih sendiri merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang dulu banyak terdapat diperairan Kalimantan. Namun keberadaan ikan ini sudah jarang kita temui hingga dewasa ini, pembuat amplang menggantinya dengan daging ikan tengiri. Sekarang Ikan pipih atau belida sendiri hanya dipakai sebagai merk saja. Campuran dari beragam bumbu rempah, tepung, telor dan daging ikan membuat camilan ini terasa gurih dan kriuk. Bentuknya bermacam-macam, ada yang bulat memanjang seperti jari, ada juga yang menyerupai kuku macan. Semua sama gurihnya. Pembuatan amplang sendiri selain di Balikpapan juga banyak terdapat di Samarinda. Anda bisa mendapatkan amplang yang gurih ini dibeberapa toko penjual oleh-oleh khas Balikpapan yang banyak terdapat di sepanjang jalan A. Yani Balikpapan.
4. Bakpia
1391580291595703529
Bakpia asli Balikpapan (dok. pribadi)
Selama ini kita pasti hanya mengenal Bakpia atau pia sebagai makanan khas Jogja atau yang sering kita dengar dengan sebutan bakpia pathuk. Tapi jangan salah, Balikpapan juga memiliki bakpia lho. Berbeda dengan bakpia pathuk yang kecil-kecil, bakpia Balikpapan memiliki ukuran yang lebih besar. Kuliner yang terbuat dari kacang hijau dan gula yang dibungkus dengan tepung dan dipanggang ini memang cocok untuk dijadikan buah tangan. Bakpia Balikpapan memiliki tekstur yang renyah bak biskuit. Tekstur ini pulalah yang membedakan bakpia Balikpapan dengan bakpia dari daerah lain. Sekali gigit, maka akan terhamburlah rasa gurih dan asin dilidah anda yang akan disambung dengan rasa manis dari kacang hijau atau coklat sebagai isinya. Bakpia di Balikpapan berisi kacang hijau, coklat, dan keju. Anda bisa memperolehnya di sebuah depot yang sangat terkenal di Jalan A. Yani Balikpapan. Anda bisa menikmati bakpia yang hangat dan lezat disana.
13915803671333351982
Bakpia hangat dan lezat (dok. pribadi)
5. Mantau
13915804291327121664
Mantau Balikpapan nan lezat (dok. pribadi)
Mantau atau roti span memang merupakan kuliner khas etnis tionghoa yang banyak terdapat dibeberapa daerah di Indonesia. Namun berkat kulturasi yang terjadi di Balikpapan memunculkan kuliner berupa mantau yang unik dan khas serta berbeda dari daerah lain. Roti kukus sebesar kepalan tangan yang biasanya disajikan setelah digoreng ini, di Balikpapan disajikan bersama daging rusa yang diolah dengan bumbu lada hitam (rusa lada hitam). Ini yang membuat mantau Balikpapan menjadi khas dan berbeda. Daging rusa yang bertekstur sedikit lembut dan agak manis ini akan semakin lezat dengan padu padan lada hitam yang pedas. Taburan kacang mete sangrai yang gurih seolah semakin menambah kelezatan kuliner ini. Namun dewasa ini daging rusa sudah sulit didapatkan (karena rusa menjadi salah satu hewan yang dilindungi), sehingga banyak digantikan dengan daging sapi atau ayam. Jika anda penasaran dan ingin mencicipi kelezatan mantau dengan sapi lada hitam atau ayam lada hitam, cobalah anda datang kesebuah depot di Simpang Kilat Jalan Letjen Suprapto Balikpapan.
1391580476385595101
Mantau atau roti span Balikpapan (dok. pribadi)
Semakin penasaran bukan dengan berbagai kuliner khas Balikpapan? Memang gak salah deh kalau daihatsu mengadakan Blog Competition dengan tema Kuliner Unik Nusantara dan salah satu kulinernya dari Balikpapan. Buruan ikutin kompetisinya! Siapa tahu anda beruntung dan berkesempatan jalan-jalan ke Balikpapan, jadi anda bisa mencoba semua kuliner di atas. (wisata.kompasiana.com)

Sunday, July 6, 2014

Tempat Makan di Bandar Lampung


Cak Umar, salah satu tempat kuliner di Bandar Lampung

Cak Umar, salah satu tempat kuliner di Bandar Lampung
Kalau Anda ke Bandar Lampung, ibukota Provinsi Lampung, dan mau cari tempat makan, beberapa tempat berikut ini boleh dicoba. Semuanya adalah tempat makan yang banyak dikunjungi. Karena itu, jangan khawatir tentang rasanya–dijamin tidak kecewa (kalau kecewa juga, ya mohon maaf ya).
Kalau Anda tidak bermalam di rumah kerabat atau sahabat, kemungkinan besar hotel yang Anda tempati adalah di Enggal. Kalau benar begitu, tempat makan pertama yang paling dekat adalah Cak Umar. Menunya adalah sate kambing. ayam, sop kambing, dan soto ayam. Letaknya di Jalan Radin Intan, berjarak satu ruko dari Apotek Enggal. Tanya saja ke tukang parkir, pasti tahu. Cak Umar membuka cabang di Jalan Gajah Mada, dekat simpang empat/ lampu merah Pasar Tugu.
Di Bandar Lampung ada setidaknya dua penjual sop kambing yang lezat. Selain Cak Umar, ada Mat Raji–kedua-duanya memang orang Madura. Mat Raji buka lapak di Satelit, dekat Stadion Pahoman. Ini tempat awalnya berjualan. Sekarang Mat Raji punya cabang di ruko di Jalan Sudirman, persis di depan Shereen–toko roti paling laku di Bandar Lampung. Saya paling sering makan sop kambing Mat Raji. Selain enak, bau kambingnya tidak terendus sama sekali. Di sini Anda juga bisa pesan sate dan soto ayam. Jangan terlalu malam kalau mau merasakan sop kambing Mat Raji karena biasanya sudah habis. Jam kerja Mat Raji (hanya yang di dekat Stadion Pahoman) setelah pukul 17.00.
Naik sedikit ke atas, mendekati Stadion Pahoman, belok kiri, ada juga penjual sate yang sedap. Sayangnya, tempat ini tidak menyediakan sop kambing. Tapi mereka menjual soto. Tempat ini pun ramai pengunjung.
Salah satu makanan kegemaran warga Bandar Lampung adalah ketoprak. Dengan gampang Anda bisa menemukan pedagang kuliner khas Cirebon itu. Nah, ketoprak paling beken di Bandar Lampung adalah ketoprak Romo. Semula ia berdagang di depan Gelalel di Jalan Sudirman, tapi sekarang bergeser sedikit, hanya bilangan langkah kaki. Buka sore sekitar menjelang pukul 18.00, Anda harus agak sabar menunggu giliran karena pada waktu tertentu–biasanya pada saat jam makan malam–pelanggan Romo tumplek.
Selain ketoprak, warga Balam (akronim Bandar Lampung) senang juga makan nasi uduk. Tak heran, di semua jalan utama Anda bisa melihat tempat makan nasi uduk. Terdapat beberapa lokasi yang bisa Anda datangi. Pedagang uduk paling senior adalah Mat Kribo. Ya, memang rambutnya kribo. Dia pasang tenda di Jalan Kartini, di pasar Tanjungkarang. Kalau menelusuri jalan itu, tenda Mat Kribo ada di kiri Anda. Mat Kribo pernah jadi raja nasi uduk beberapa tahun lalu. Sekarang terlihat masa emasnya sudah lewat, tapi kelezatan uduknya tetap bertahan.
Sejajar dengan tenda Mat Kribo, tapi beberapa meter sebelumnya, berdiri tenda nasi uduk Mang Udin. Ini pedagang uduk seangkatan dengan Mat Kribo dan kedua-duanya dahulu berjualan di ruko. Namun, sewa ruko yang meninggi, memaksa mereka pakai tenda. Begitu pengakuan Mang Udin.
Pengusaha uduk yang rupanya paling maju di Balam adalah Toha. Tempatnya masih di Jalan Kartini, beberapa meter dari Mat Kribo dan di kanan jalan. Dua cabang Toha terletak di Jalan Antasari dan Jalan Diponegoro. Tiga tempat itu ada di ruko.
Satu lagi tempat penggemar uduk meluruk adalah Uduk Dedi. Letaknya di Jalan Pattimura, Telukbetung. Jalan ini sambungan Jalan Diponegoro. Kalau tiga nama pedagang uduk tadi adalah pemain lama, Dedi tergolong orang baru di kancah perudukan Lampung. Konon, meroketnya uduk Dedi karena harganya agak miring. Entahlah, saya tak pernah sempat membanding-bandingkan harga mereka.
Bandar Lampung sebenarnya terdiri atas dua kota, yaitu Tanjung Karang (atau Tanjungkarang) dan Teluk Betung (atau Telukbetung). Dulu memang merupakan dua kota terpisah, tapi sekarang sudah disatukan menjadi Balam.
Nah, di Teluk (begitulah warga Bandar Lampung menyingkat Telukbetung) ada seorang penjual mi. Namanya Khodon. Mi rebus dan mi gorengnya luar biasa nikmatnya. Kalau Anda mampir atau sekadar lewat Bandar Lampung, usahakan singgah ke Pak Khodon. Pokoknya, seperti kata Pak Bondan: Maknyuuuss! Letaknya di dekat Toserba Chandra Teluk. Tanya sembarang orang di mana Chandra Teluk, pasti tahu. Jangan lebih dari pukul 20.00 ya. Paling baik sebelum atau tepat sesudah magrib supaya kebagian.
Dari tiga makanan kegemaran warga Lampung, dua sudah disebutkan. Yang ketiga adalah mie ayam. Warga Balam sering menyebutnya mie pangsit meski yang dimaksud adalah mie ayam tanpa pangsit. Yang paling top adalah Mie Ayam Koga. Letaknya persis seperti namanya, yaitu di Pasar Koga. Kalau Anda dari pasar Tanjungkarang ke arah Unila (Universitas Lampung), lokasinya di kanan Anda.
Karena tempatnya selalu saya lewati kalau ngantor, dulu saya pelanggan tetap Mie Koga. Sekarang tidak lagi. Rasanya memang enak. Hanya saja, Anda yang muslim/ muslimah perlu sedikit waspada karena berdasarkan pengalaman pribadi saya, pedagangnya menjual juga mie babi. Khawatirnya alat masak yang digunakan sama. Sejak itu saya tidak lagi ke sana. Btw, istri saya juga stop makan di Mie Koga, tapi karena tidak tahan mencium bebauan tak enak, yang bikin mual katanya, yang disimpulkannya bau hewan tersebut.
Tempat makan mie ayam paling tua sebenarnya di Jalan Pangkal Pinang, Pasar Karang. Dulu nama juragannya Awie. Entah ke mana Awie sekarang–barangkali sudah wafat. Dulu memang mie ayam Awie paling enak. Sekarang kesan saya, sudah seperti mi untuk orang lapar saja karena seporsinya sampai mbludak, seperti mau tumpah minya dari mangkuk. Masih ada mi ayam yang enak juga dekat Mie Awie, yaitu Mie Simpur. Disebut begitu karena memang lokasinya di Simpur. Ciri khasnya adalah minya diberi toge.
Kalau Anda berada di sekitar Terminal Rajabasa atau Kampus Unila, coba cicipi mi ayam jawanya Mas Yon. Selain mi ayam, Mas Yon menyediakan baso. Lokasinya semula tepat ketika orang masuk ke dua jalur Unila, sebelah kiri. Sejak lahan itu dibangun (Unila sedang mendirikan rumah sakit pendidikan di sana), Mas Yon bergeser ke seberangnya. Warga Unila jadi pelangga utama Mas Yon, tapi banyak juga pegawai dan karyawan yang terlihat makan di situ. Menurut lidah saya, inilah versi mi ayam dorong paling nikmat.
Nah, itulah beberapa lokasi kuliner nikmat lagi murah meriah di Balam. (http://wisata.kompasiana.com/)

Sunday, June 29, 2014

Wisata Gunung Putih di Kabupaten Bulungan

Obyek Wisata Gunung Putih di Kabupaten Bulungan - Wisata Kaltara hari ini akan mengajak anda semua untuk berkenalan dengan salah satu objek wisata alam yang indah lagi di kalimatan utara yaitu wisata Gunung Putih di Kabupaten Bulungan. Gunung Putih merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara, Indonesia.


Gunung Putih adalah wisata alam gunung kapur yang berwarna putih. Gunung mempunyai keindahan yang alami dengan memiliki relief-relief seperti pahatan seorang seniman di gunung kapur. Gunung Putih mempunyai panorama alam yang indah dan menakjubkan. Disini kita bisa menikmati pemandangan yang menakjubkan dengan memanjat relief-relief itu sampai ke puncak gunung. Tapi jika anda tidak suka dengan olahraga panjat tebing, kita dapat naik dengan anak tangga yang tersedia di sana. Pemandangan alam di puncak Gunung Putih sangat eksotis dan membuat mata anda terkagum-kagum. Di gunung ini juga terdapat goa burung. Menurut penduduk setempat Konon katanya bahwa goa ini adalah tempat tafakur/menenangkan diri Sultan Bulungan dan Di Gunung Putih ini juga disajikan kesenian daerah di rumah panggung yang ada di lokasi ini.

Foto-foto Wisata Gunung Putih





Sekian dahulu dari kami tentang Obyek Wisata Gunung Putih semoga sedikit informasi ini bisa menarik anda untuk berwisata ke kalimantan utara sebagai tempat wisata baru di indonesia tercinta. (http://infowisatakaltara.blogspot.com)

Sunday, June 22, 2014

Wisata Selam Buton Tak Kalah Indah dari Wakatobi


Wisata Selam Buton Tak Kalah Indah dari Wakatobi Foto: pegi-pegi  

Selama ini wisatawan hanya mengenal Wakatobi sebagai salah satu wisata selam terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Siapa sangka, wisata selam lainnya seperti Buton juga tak kalah menarik dibandingkan tempat ini.

Diketahui memang Taman Nasional Laut Wakatobi merupakan destinasi bahari berkelas dunia, akan tetapi, Buton memiliki kekayaan alam yang masih sangat alami dan belum banyak terjamah oleh kalangan penyelam. Inilah yang menjadikan alasan Sultra mulai mengenalkan Buton sebagai kawasan menyelam yang tak kalah indahnya dari Wakatobi.

“Di Buton itu ada gua dimana penyelam dapat menelusuri keindahan bawah laut melalui cave diving tersebut. Hal ini yang menjadi daya tarik dari Buton,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Zainal Koedoes kepada Okezone belum lama ini.

Ia menambahkan, bahwa tak hanya akan memajukan Buton, namun ada satu wilayah selam lainnya seperti Lambengki yang juga akan dipromosikan keluar agar dapat menarik wisatawan lokal maupun dunia.

Demi memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara, program Hallo Sultra yang merupakan agenda tahunan di provinsi ini mulai berani mengenalkan kepada para wisatawan. Acara ini berisikan tentang promosi wisata, festival kuliner, maupun perhelatan budaya khas Sultra yang cukup unik dan berbeda. Diharapkan dengan adanya Hallo Sultra ini dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun asing dan menjadikan Sultra sebagai salah satu destinasi yang dikenal internasional.
(http://travel.okezone.com)

Monday, June 16, 2014

Kuliner Seafood Terlengkap di Balikpapan

Jika Anda sedang berkunjung ke kota balikpapan, baik hanya mengunjungi saudara ataupun hanya sekedar melakukan kunjungan dinas ke kota ini, kurang lengkap rasanya jika Anda tidak mencicipi beberapa menu kuliner balikpapan. Balikpapan sangat terkenal dengan kuliner seafoodnya, ini dikarenakan letak geografis kota balikpapan yang berada tidak jauh dari laut. Sehingga banyak rumah makan yang menyajikan menu utamanya berupa makanan khas laut / seafood. Hal inilah yang menjadikan makanan laut menjadi ciri khas kuliner balikpapan dimana  menu anadalannya berupa kepiting.

Kita ambil contoh seperti Rumah Makan Torani. Rumah makan yang terletak di Jln. Jendral Sudirman, kompleks Rumah Tahanan Stal Kuda ini memiliki menu utama Bandeng Bakar Tanpa Duri, Kepiting Saos, Cumi, dsb. Bagi Anda yang tidak terbiasa dengan makanan laut bisa memilih menu lain seperti Ayam Saus Mentega, Ayam Saus Padang, Ayam Rica-Rica, Ayam Saus Asam Pedas, Ayam Saus Asam Manis, Ayam Saus Torani, Ikan Mas, Ikan Nila, Mie / Kwitiauw, Tahu dan Tempe.

Rumah Makan Torani juga memiliki menu baru yaitu Steamboat " All you can eat". Steamboat yang dimaksud disini bukanlah nama suatu tempat, tetapi nama menu makanan yang bentuk dan cara sajian sering kita lihat di restoran-restoran Jepang dimana telah disediakan perapian dan Tempat panggang serta Bowl (mangkuk untuk memasak) jenis sup sayuran. Cara yang paling mudah menyebut steamboat adalah seperti makan shabu-shabu.

Kuliner Seafood Balikpapan 
Gambar 1 : Bahan - bahan menu makanan Steamboat
Kuliner Seafood Balikpapan
Gambar 2 :Hasil Olahan Menu makanan Steamboat 
Jadi tunggu apa lagi, Bagi Anda yang sedang berkunjung ke balikpapan, Rumah Makan Torani bisa menjadi salah satu alternatif kuliner balikpapan lainnya, karena Rumah makan ini merupakan tempat kuliner seafood terlengkap di balikpapan. Selain kuliner seafood, Anda juga bisa menikmati kuliner special kepiting yang berada di Rumah Makan Kepiting Kenari yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Makan Torani. (http://wisatakulinerbalikpapan.blogspot.com)

Source : Gambar 1 & Gambar 2 http://bblogger.web.id/ngeblog-bareng-di-rumah-makan-torani-balikpapan/

Saturday, June 7, 2014

Wisata Selam Buton Tak Kalah Indah dari Wakatobi

Wisata Selam Buton Tak Kalah Indah dari Wakatobi Foto: pegi-pegi  

Selama ini wisatawan hanya mengenal Wakatobi sebagai salah satu wisata selam terbaik yang dimiliki oleh Indonesia. Siapa sangka, wisata selam lainnya seperti Buton juga tak kalah menarik dibandingkan tempat ini.

Diketahui memang Taman Nasional Laut Wakatobi merupakan destinasi bahari berkelas dunia, akan tetapi, Buton memiliki kekayaan alam yang masih sangat alami dan belum banyak terjamah oleh kalangan penyelam. Inilah yang menjadikan alasan Sultra mulai mengenalkan Buton sebagai kawasan menyelam yang tak kalah indahnya dari Wakatobi.

“Di Buton itu ada gua dimana penyelam dapat menelusuri keindahan bawah laut melalui cave diving tersebut. Hal ini yang menjadi daya tarik dari Buton,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Zainal Koedoes kepada Okezone belum lama ini.

Ia menambahkan, bahwa tak hanya akan memajukan Buton, namun ada satu wilayah selam lainnya seperti Lambengki yang juga akan dipromosikan keluar agar dapat menarik wisatawan lokal maupun dunia.

Demi memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara, program Hallo Sultra yang merupakan agenda tahunan di provinsi ini mulai berani mengenalkan kepada para wisatawan. Acara ini berisikan tentang promosi wisata, festival kuliner, maupun perhelatan budaya khas Sultra yang cukup unik dan berbeda. Diharapkan dengan adanya Hallo Sultra ini dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun asing dan menjadikan Sultra sebagai salah satu destinasi yang dikenal internasional. (Sumber: http://travel.okezone.com)

Sunday, June 1, 2014

Wisata Kuliner di Manado


Jalan Wakeke Lokasi Wisata Kuliner di Manado Lokasi Wisata Kuliner di Manado
Jalan Wakeke, Salah Satu Lokasi Wisata Kuliner di Manado | Foto: manadokota.go.id

Sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Indonesia, Kota Manado menyajikan berbagai lokasi wisata kuliner dengan beragam hidangan khas kepada setiap pengunjung yang datang ke bumi nyiur melambai. Bagi mereka yang gemar dengan makanan pedas, mengunjungi kota yang terkenal akan keindahan wisata bahari sambil mencicipi makanan khas Manado merupakan sebuah keharusan. Selain dikenal dengan berbagai kuliner yang begitu memanjakan lidah, kuliner khas Manado yang kaya akan rempah-rempah juga terkadang akan sulit anda temui ditempat lain di Indonesia seperti Tinutuan (Bubur Manado), Kawok Ekor putih (tikus hutan ekor putih), Babi Hutan, Paniki (kelelawar), Payangka, Sate Kolombi, dll (baca: Makanan Khas Sulawesi Utara).
Memang harus diakui, bahwa cukup banyak kuliner khas Manado yang tidak cocok dengan kebanyakan warga Indonesia alias tidak termasuk kategori halal. Akan tetapi, bagi anda yang beragama Muslim anda tidak perlu khawatir karena di Kota Manado banyak lokasi wisata kuliner halal yang bisa anda kunjungi, yang menyajikan masakan yang halal namun masih tetap mempertahankan cita rasa masakan khas Manado. Berikut ini beberapa lokasi wisata kuliner di Manado dan sekitarnya yang bisa anda kunjungi, sambil anda menikmati berbagai tempat wisata menarik di Kota Manado (baca: 10 Tempat Wisata Menarik di Sulawesi Utara).

Lokasi Wisata Kuliner di Manado

  1. Jalan Wakeke. Kawasan ini merupakan pusat penjulan kuliner khas Manado yaitu Tinutuan atau yang lebih dikenal dengan nama Bubur Manado. Ditempat ini, berjejer kios yang menjual Bubur Manado. Selain bubur Manado, makanan yang tidak kalah lezatnya yang bisa anda dapatkan ditempat ini adalah Mie Cakalang. Anda tidak perlu khawatir karena semua tempat penjualan Tinutuan di lokasi ini aman untuk anda cicipi alias Halal. Hal ini didukung dengan dijadikannya Jalan Wakeke sebagai lokasi wisata kuliner oleh pemerintah Kota Manado. Oh ya, anda jangan kaget jika dipagi hari ketika anda mengunjungi Jalan Wakeke, anda akan menemui banyak warga Manado hingga wisatawan dalam dan luar negeri yang berada di tempat ini. Memang, pagi hari merupakan saat terbaik untuk mecicipi bubur Manado.
  2. Jalan Garuda. Lokasi ini sangat berdekatan dengan Jalan Wakeke. Bagi anda yang gemar makan mie dan diijinkan untuk menkonsumsi daging babi, maka Jalan Garuda merupakan lokasi wisata kuliner terbaik yang wajib anda kunjungi. Disini terdapat beberapa penjual Mie Ba (Mie Ba sebutan untuk mie yang dicampur dengan daging babi) yang menyajikan dagangannya. Kelezatan Mie Ba di Jalan Garuda sudah tidak bisa disangsikan lagi. Tak mengherankan jika anda bertanya kepada warga, tempat makan mie di Manado pasti akan dijawab Mie Ba Garuda
  3. Kampung kodok. Untuk menuju ke lokasi ini tidaklah sulit. Anda tinggal menuju ke Gereja Sentrum yang ada di pusat kota, lalu masuk ke gang yang agak kecil, dan tara,,, anda sudah berada di tempat yang menyajikan nasi kuning. Kalau Jalan Garuda terkenal akan kenikmatan Mie Ba Garuda, maka kampung kodok terkenal akan kelezatan nasi kuningnya. Kenikmatan nasi kuning kampung kodok yang dibungkus dengan daun woka ditambah dengan ikan abon sudah tidak bisa disangsikan lagi. Anda tidak perlu khawatir karena nasi kuning kampung kodok Halal untuk dikonsumsi.
  4. Pantai Malalayang. Selain merupakan salah satu tempat wisata di Manado, pantai malalayang juga merupakan salah satu lokasi wisata kuliner di Manado yang wajib anda kunjungi. Pisang goreng, ubi goreng, jagung rebus, jagung bakar, tinutuan ditambah sambal pedas yang dicampur dengan ikan roa sambil menikmati pemandangan alam yang indah, menjadi nilai tambah Pantai Malalayang. Lokasi ini berdekatan dengan terminal Malalayang. Dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari pintu masuk terminal Malalayang anda sudah bisa menemukan deretan kios yang ditata dengan rapih dan menyajikan berbagai kuliner khas Manado. Saat hari libur, tempat ini pasti dipadati oleh warga Manado maupun luar Manado yang datang berkunjung ketempat ini.
  5. Sekitar jembatan Manado Town Square dan Megamass Manado. Salah satu lokasi wisata kuliner di Manado yang wajib anda kunjungi adalah disekitar jembatan Manado Town Square dan Megamass Manado. Ditempat ini terdapat beberapa kios yang menjual makanan khas warga Gorontalo seperti milu siram (semacam sop jagung) dan Saraba (air jahe hangat) plus berbagai macam goreng-gorengan.
  6. Jalan Roda. Bagi para pecinta kopi, jalan roda merupakan lokasi yang wajib untuk dikunjungi. Di Kota Manado memang terdapat banyak rumah kopi yang ramai dikunjungi warga, namun daya tarik Jalan Roda atau yang akrab ditelinga warga Manado dengan sebutan Jarod mendapat perhatian tersendiri bagi para pecinta kopi. Lokasi yang strategis di pusat kota sekitar kampung cina dan kampung arab merupakan daya tarik dari Jalan Roda yang tidak akan anda temui di rumah kopi lainnya di Kota Manado. Pelajar, seniman, aktivis, calo hingga pejabat negara dan wakil rakyat (anggota DPRD) tidak jarang “beraktifitas” di tempat ini. Ngobrol mengenai berbagai macam hal sambil menikmati secangkir kopi ditemani pisang goroho dan dabu-dabu roa merupakan daya tarik dari Jalan Roda.
  7. Sekitar jembatan miangas. Bagi anda yang suka dengan es, tidak ada salahnya anda mencicipi nikmatnya es kacang merah (es brenebon) jembatan miangan. Lokasinya yang berada dekat dengan jembatan miangas, membuat tempat ini sering disebut dengan Es Miangas. Bagi anda yang suka dengan salah satu kuliner khas Manado yaitu klappertaart tidak jauh dari tempat ini anda bisa menemukan toko yang menjual klappertaart.

Lokasi Wisata Kuliner di Sekitar Manado

  • Rumah makan disekitar Pantai Kalasey. Secara administratis, pantai Kalasey sudah masuk daerah pemerintahan Kabupaten Minahasa. Lokasinya yang berbatasan langsung dengan  kota Manado, membuat pantai kalasey lebih cepat dikunjungi dari Manado dari pada Tondano yang merupakan ibu kota Kabupaten Minahasa. Dengan berkendara sekitar 5 menit dari terminal Malalayang anda akan menemui deretan rumah makan yang umumnya menyajikan hidangan laut (woku dan bakar) sebagai menu andalannya. Deretan rumah makan mulai dari kelas atas seperti RM Kharisma, RM Nelayan, RM City Extra, RM Ria Rio hingga rumah makan kelas menengah kebawah dapat anda temui ditempat ini. Soal rasa, tidak perlu diragukan lagi.
  • Rumah Makan di desa Tinoor. Bagi anda yang hendak mengunjungi berbagai tempat wisata di Kota Tomohon dan Tondano, pasti akan melewati desa Tinoor. Disepanjang jalan tinoor, anda akan menemui berbagai rumah makan yang menyajikan menu makanan khas Minahasa seperti RM Pemandangan dan RM Heng Mien. Kelezatan kuliner khas Minahasa ditempat ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Liputan dari berbagai media cetak elektronik hingga stasiun televisi terkemuka tanah air menjadi salah satu jaminan kelezatannya. Apabila anda ingin menikmati kuliner ekstrim tempat ini merupakan pilihan terbaik bagi anda. Namun anda harus hati-hati karena umumnya makanan yang dijual didaerah ini tidak masuk kategori halal.
Itulah beberapa lokasi wisata kuliner di Manado dan sekitarnya yang bisa anda kunjungi apabila anda berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara. Selain beberapa lokasi diatas, masih terdapat beberapa tempat yang bisa menjadi tujuan wisata kuliner anda selama berada di Manado dan sekitarnya, seperti Soto Rusuk Babi Ko’ Petrus (belakang Hotel Quality), mencicipi lezatnya makanan khas Minahasa yang disajikan RM Sate Pelmas Tanta Olla (dekat SPBU Sario), menikmati kelezatan Payangka dan Sate Kolombi di sekitar danau Tondano.
Beberapa referensi lokasi wisata kuliner di Manado dan sekitarnya yang telah kami sebutkan diatas, semoga bisa membantu anda menjelajahi berbagai macam kuliner khas Manado, Sulawesi Utara. (www.seputar sulut.com)

Sunday, May 25, 2014

Wisata Kuliner Sambil Belajar Filosofi di Warung Telaga Opa

Wisata Kuliner Sambil Belajar Filosofi di Warung Telaga Opa - wto8.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
POS KUPANG/NOVEMY LEO SEMAR --- Patung semar di Warung Telaga Opa (WTO) Kupang yang sarat makna filosofinya.
Wisata Kuliner Sambil Belajar Filosofi di Warung Telaga Opa - wto6.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
LOPO WTO --- Lopo atau bangunan terbuka yang menggunakan atau daun gewang di Warung Telaga Opa (WTO) Kupang-NTT.
 




Warung Telaga Opa (WTO) merupakan salah satu tempat wisata kuliner di Kota Kupang yang menyajikan berbagai makanan Indonesia. Dengan sembilan bangunan/lopo (rumah beratap daun gewang, red) dan sebuah open chair terbuka, WTO bisa menampung sekitar 60-an tamu. 

WTO bukan hanya sebagai tempat makan/minum sebagaimana yang kebanyakan ada pada rumah makan atau restoran atau kafe lainnya di Kota Kupang. WTO memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri.

Karena selain menawarkan berbagai kuliner menarik dan lezat, WTO juga 'menyuguhkan' pemandangan alam yang indah plus arsitektur bangunan yang unik serta asrinya taman. Bahkan selama di WTO Anda bisa belajar filosofi tentang sejarah kebudayaan beberapa daerah yang ditampilkan melalui arsitektur dan ornamen di WTO.

Dari segi arsitektur bangunan, WTO menyajikan perpaduan harmonis antara arsitektur daerah Timor, Toraja, Bali dan Jawa.  Sentuhan arsitektur bergaya Bali, bisa langsung tampak saat memasuki area WTO. Ada sebuah tembok pembatas di depan yang disebut aling-aling dalam bahasa Bali, terhias manis dengan tulisan Warung Telaga Opa. Plus 'kesejukan' air di kolam rendah di bawah aling-aling yang terus bergemericik.

Setelah aling-aling, Anda akan melewati jalan setapak yang bisa mengantar Anda untuk memilih lopo sebagai tempat makan. Saat melewat jalan setapak, Anda akan langsung 'merasakan’ etnis Jawa dengan kehadiran Patung Semar berukuran sedang yang berdiri tepat di belakang aling-aling di tengah jalan setapak yang dikeliling tanaman berwarna ungu.
Melihat Patung Semar khas Jawa sarat makna ini (baca filosofi patung semar, red) Anda seakan disambut dengan ucapan Selamat Datang ke TWO oleh si Semar.

Sementara itu 'aroma' Toraja dan Timor-NTT, bisa Anda saksikan pada sejumlah bangunan atau lopo yang berjejer rapi di sebelah kanan WTO.

Lopo 'terbuka’ dengan langit-langit yang tinggi plus bentuk atap serta tiang dan palang kayu berukuran besar akan mengingatkan Anda pada langit-langit pendopo di Toraja. Bukan tanpa maksud manajemen WTO membuat langit lopo yang tinggi.

Tak lain fungsinya untuk menyalurkan udara panas sehingga bagian dalam ruangan lebih teduh karena udara panas bergerak naik ke atas. Apalagi bangunan ini tidak tertutup sehingga hembusan angin dan kicauan burung di sawah saat memasuki musim panen, bisa terdenar terlinga pengunjung yang datang ke WTO.

Tak mau meninggalkan kesan 'Timor-NTT, manajemen WTO menggunakan daun gewang atau pohon lontar (pohon khas NTT) sebagai penutup/atap pada setiap lopo.

Jika Anda suka makan sambil duduk di kursi dan meja tinggi, Anda bisa memilih satu dari enam lopo yang berjejer rapi di sebelah kanan (enam unit) dan sebalah kiri (satu unit). Setiap Lopo bisa ditempati oleh 2-8 tamu.

Namun jika Anda datang bersama keluarga besar dengan jumlah enam orang ke atas, Anda bisa memilih lopo lebih besar yang ada di sebelah kiri setelah melewati Patung Semar.

Tidak hanya itu, manajemen WTO pun menawarkan dua tempat makan lainnya yang dirancang lebih unik. Yakni Sebuah lopo lesehan yang berada di sebelah kiri, tepat didepan kolam ikan. Di lopo lesehan ini, Anda bisa menikmati kuliner sambil duduk berlesehan.

Atau jika ingin lebih 'unjuk gigi' Anda bisa memilih bangunan 'open chair' atau sebuah tempat terbuka tanpa atap yang bisa digunakan oleh 6-8 tamu. Di tempat ini, tamu bisa lebih leluasa menikmati makanan atau sekadar minum kopi atau teh plus memesan kuliner ringan seperti roti bakar, gado-gado dan lainnya.

Di manapun Anda memilih tempat duduk,  Anda bisa menikmati sejumlah kuliner sambil menikmati pemandangan tanpa halangan, seperti hijaunya area persawahan yang berada tepat di belakang WTO, juga taman yang ditata menarik dan asri.

Apalagi jika Anda datang sore hari menjelang sunset atau matahari terbenam. Saat ini Anda akan mendapatkan plus service 'gratis', dimana Anda bisa leluasa menikmati eksotiknya alam saat sunset. Langit cantik berwarna orange merah, diiringi 'goyangan' tanaman padi yang ditiup angin sepoi-sepoi serta nada harmonis dari kicauan burung sawah yang mengiringi sang surya 'menghilang’ atau 'tenggelam' di areal persawahan.

Jangan sampai lupa mengabadikan moment romantis yang pastinya tidak akan terulang sama persis lagi seperti itu di WTO. Itulah berbagai keunggulan saat Anda berkunjung ke WTO. Pengunjung WTO tidak saja bisa menikmati berbagai kuliner dengan harga terjangkau, namun juga bisa berwisata alam, belajar filosofi dan budaya daerah.

Juga bernarsis-narsisan mengabadikan berbagai momen menarik dan indah di lopo, taman, areal persawahan dan berbagai tempat menarik lain yang tersedia di WTO. Jangan lupakan berfoto 'bersama' si Semar yang kaya makna.

Owner WTO, Krisentia Assan, dan Rofat, didampingi Manajer WTO, Daniel Dian Hernandian Ardista, mengatakan, selain tempat makan dan pariwisata, WTO juga bisa digunakan untuk menyelenggarakan acara pernikahan outdoor, acara ulang tahun atau pertemuan terbatas.

Bahkan dengan tersedianya panggung mini berukuran sekitar 10 x 12 meter dengan tinggi 1 meter, WTO siap menyelenggarakan acara pentas seni, musik dan tari, fashion show dan acara lainnya.

WTO merupakan tempat makan yang sangat cocok untuk mereka yang menyukai 'suasana berbeda' atau mereka yang bosan menikmati kuliner di dalam bangunan modern 'tertutup’ yang sekarang makin banyak bermunculan di Kota Kupang.

Bahkan arsitektur dan desain WTO yang dirancang sendiri oleh Krisentia itu diperuntukan bagi mereka yang menyukai sesuatu yang natural, romatis, serta yang suka menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur 'daerah', beradab.

Jangan tunggu lagi, jika ingin menikmati makanan dengan 'sensasi' berbeda yang kental dengan nuansa alam, maka datanglah ke WTO.

WTO berada di di Jalan Kejora Nomor 69. Jika Anda berjalan dari Kantor Korem 161/Kupang Anda bisa menuju ke ruas jalan samping GOR Oepoi lalu belok ke kanan menuju ke Taman Budaya Oepoi. Nah, Warung Telaga Opa itu berada di samping Taman Budaya Oepoi. (kupang.tribunnews.com)