Saturday, June 1, 2013

2,8 Juta Lansia di Indonesia Telantar dan Butuh Uluran Tangan


Manusia lanjut usia (lansia) di Indonesia mencapai 20 juta jiwa. Dari jumlah itu terdapat 2,8 juta terlantar dan membutuhkan penanganan yang melibatkan tidak saja pemerintah pusat tetapi juga pemerintah daerah, swasta, serta komponen masyarakat lainnya.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri menegaskan perlunya kerja sama untuk membantu lansia telantar. Sebab, menurutnya, Kementerian Sosial (Kemsos) hanya mampu menangani 50.000 lansia, sisanya 2,8 juta butuh adanya peningkatan kerja sama dan bantuan, entah itu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun swasta.

"Masyarakat kita punya semangat mencintai lansia dan orang tua. Dibanding negara lain, banyak lansia di negara mereka yang tidak tinggal lagi dengan anak dan cucu," katanya di sela peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) di Taman Buah Mekarsari, Bogor, Rabu (29/5).

HLUN tersebut dihadiri sekitar 3.000 lansia dari berbagai panti werdha di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Hadir pula Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono dan Ketua Panitia Peringatan HLUN BRA Moeryati Soedibyo.

Lebih lanjut Mensos menambahkan untuk meningkatkan pelayanan bagi lansia, Kemsos melakukan sejumlah program di antaranya layanan puskesmas santun lansia, posyandu lansia, bina keluarga lansia, menumbuhkembangkan lembaga lanjut usia, karang werdha, Pusat Santunan dalam Keluarga. Pelayanan home care bagi lansia telantar, miskin dan mengalami hambatan di lingkungan keluarga diberikan kepada 1.100 lansia di 18 lokasi.

Sementara untuk day care diberikan kepada 889 lansia di 18 provinsi. Sedangkan program lainnya adalah foster care dan pelayanan sosial dalam situasi darurat.

Tahun ini peringatan Hari Lanjut Usia Nasional bertema Lanjut Usia Pelopor Jati Diri Bangsa. "Melalui tema tersebut diharapkan lansia sebagai pendahulu dan peletak dasar-dasar negara, pemersatu serta memiliki jiwa pembangunan," ucap Mensos.

Selain itu lansia juga dinobatkan sebagai pelopor berdirinya bangsa. Program penghormatan lainnya melalui pembuatan KTP seumur hidup, reduksi 30 persen tiket (khusus Garuda), PT PELNI dan PT KAI. Meskipun sangat terbatas, upaya perbaikan fisik rumah atau kamar lansia layak huni terus dilaksanakan melalui program bedah kamar lansia.

Sejak tahun 2006, Kemsos memberikan bantuan tambahan kebutuhan dasar bagi lansia di panti sosial kepada 12.500 lansia di 30 provinsi.

Selain itu bantuan sosial melalui lembaga kesejahteraan sosial berupa bantuan uang tunai Rp 1.095.000 per orang per tahun. Paket bantuan diberikan agar bisa memenuhi kebutuhan dasar dan secara bertahap dan berkelanjutan memberikan jaminan sosial lanjut usia terlantar melalui program asistensi sosial lanjut usia terlantar kepada 26.500 lansia di 33 provinsi 356 kabupaten kota yang menjangkau 1.188 kecamatan di 3.039 desa di Indonesia.

Peringatan HLUN setiap tahunnya mendapat perhatian khusus. Hal ini dilatarbelakangi 29 Mei 1945 saat dilaksanakan sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang dipimpin Dr.KRT Radjiman Widiodiningrat anggota paling sepuh dan lanjut usia. Semangat Dr Radjiman mencetuskan gagasan filosofis negara. Berangkat dari peristiwa itulah menjadi dasar penetapan HLUN.

No comments:

Post a Comment