Tuesday, July 12, 2016

Jaminan Sosial Harus Ditingkatkan




Cina dan Jepang merupakan dua negara yang paling banyk berinvestasi di Indonesia.*
Pengamat ekonomi, Fadhil Hasan menyatakan, negara kesejahteraan (welfare state) menjadi impian tiap negara dan penduduknya karena tujuan pembentukan negara adalah menyejahterakan penduduknya. Saat ini kondisi Indonesia masih dalam peringkat ke-75 dari 108 negara di dunia yang survei mengenai tingkat kebahagiaannya.
Hal itu dikatakan Fadhil Hasan dalam pemarapannya di kajian Ramadan Muhammadiyah tingkat nasional di Universitas Muhammadiyah Cirebon Jalan Watubelah, Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu, 15 Juni 2016. Tampil juga pembicara dari staf ahli Bappenas, Amich Alhumami.
Lebih jauh Fadhil Hasan menyatakan, model pemerintahan negara kesejahteraan merupakan salah satu yang diidam-idamkan atau dalam ajaran Islam disebut Darussalam. "Saat ini negara-negara yang sejahtera dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di antaranya Denmark, Australia, Swedia, dan Selandia Baru. Sedangkan Indonesia masih berada pada peringkat 75 dari 108 negara yang disurvei," katanya.
Tingkat kebahagiaan, kata Fadhil, bukan hanya sebatas besaran pendapatan penduduknya. "Namun pemerintah memberikan banyak fasilitas jaminan sosial kepada warga negaranya. Tapi sebagian negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi saat ini terkena krisis akibat beban negara yang besar dalam bentuk pelayanan sosial kepada warga negaranya," katanya. (PRLM)

No comments:

Post a Comment